MAGELANG-Akibat pemakaian terlalu sering, rumput di lapangan Stadion H Moch Soebroto Kota Magelang rusak. Kerusakan paling parah terlihat di bagian depan gawang dan sepanjang garis lapangan. Keluhan soal rumput yang rusak sempat dilontarkan pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, usai bermain dengan PSIS Semarang di stadion kebanggan warga Magelang, Senin (30/7) lalu. “Rumputnya rusak, bola bisa belok sendiri. Ini menyusahkan kami,” kata Robert Rene.

Keluhan soal rumput stadion yang rusak dibenarkan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito. Sigit mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk segera menindaklanjuti masalah tersebut.

Mengingat pengelolaan stadion masih berada di DPUPR, belum berpindah ke Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata. “Saya sudah perintahkan DPUPR untuk segera membenahinya kembali. Harus dikembalikan seperti semula,” tuturnya.

Menurutnya perawatan rumput lapangan sangat penting untuk sebuah stadion besar yang digunakan untuk pertandingan sekelas Liga 1. Dia tidak berharap kerusakan tersebut membuat stadion kebanggan warga Magelang ini tercoreng.

Apalagi hal yang sama pernah terjadi sebelumnya, salah satunya setelah ada Peringatan Haornas 2017 yang dipusatkan di Stadion h Moch Soebroto. “Rumputnya harus sering disirami, yang kering-kering atau yang rusak harus diganti,” ujarnya.

Kepala DPUPR Pemkot Magelang Yonas Nusantrawan Bolla menjelaskan, kerusakan tidak hanya terjadi kali ini saja. Tahun lalu juga pernah terjadi. Kerusakan kali ini, lebih karena lapangan digunakan untuk home PSIS Semarang di Liga 1 dan PPSM Sakti U-17 di Piala Soeratin, ditambah PORAD 2018.

“Kerusakan ini terjadi karena hampir setiap hari digunakan untuk kegiatan, seperti acara pertandingan PSIS Semarang, pertandingan Piala Suratin serta kegiatan PORAD,” jelasnya.

Yonas mengaku segera mengambil langkah pembenahan pada lapangan yang rusak tersebut. Salah satunya, dengan mengistirahatkan stadion mulai 1-10 Agustus. Tidak diperbolehkan ada kegiatan lain, selain pemeliharaan.

“Kami fokuskan pada perawatan lapangan. Kami akan konsentrasi pada pemupukan dan penggantian rumput-rumput yang rusak dan kering,” ungkapnya..

Pengawas Stadion Moch Soebroto Magelang Budiyanto membenarkan soal overload-nya pemakaian stadion. Saat PORAD, setidaknya lapangan digunakan dua kali pertandingan pada siang dan sore hari. Ditambah, posisi lintasan atletik yang digunakan untuk lomba, membuat pihaknya kesulitan untuk memasang selang besar guna mengairi rumput. “Saat PORAD, lapangan digunakan empat kalli sehari,” tegasnya.

Kerusakan rumput lapangan juga menjadi perhatian Komisi C DPRD Kota Magelang. Kemarin dipimpin Wakil Ketua Komisi Aktib Sundoko, kondisi tersebut ditinjau. Mereka menyayangkan pihak pengelola stadion yang tidak membatasi pemakaian lapangan. “Wajar kalau lapangan sering digunakan menjadi rusak. Tapi kan tetap harus diantisipasi dengan perawatan,” pintanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang Moch Haryadi meminta agar pemeliharaan pada sisi pemupukan saja. Disarankan tidak mengganti rumput baru, karena dalam waktu dekat lapangan akan digunakan lagi untuk kompetisi dan turnamen. “Ganti rumputnya nanti pas jeda kompetisi saja,” tandas Haryadi.

Komisi C berencana akan memanggil OPD terkait untuk mendapatkan keterangan terkait masalah kerusakan tersebut dan perbaikannya.(dem/din/mg1)