Putaran kedua akan sangat menentukan perjalanan PSIM Jogja dan PSS Sleman untuk menggapai target tiket Liga 1.
putaran kedua akan menentukan apakah kedua tim dapat menuntaskan ambisi lolos ke fase perebutan tiket Liga 1 atau hanya kembali berada di Liga 2.

BAHANA

Yang mengejutkan, perombakan besar-besaran terjadi di kubu PSS Sleman. Padahal, secara kualitas komposisi Super Elja terbilang cukup ciamik dibandingkan dengan peserta lain.

Nama besar Syamsul Chaeruddin, Dave Mustaine, Made Wirahadi, Slamet Budiyono merupakan jaminan bagi PSS untuk merealisasikan asa ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Namun nyatanya, dari hasil evaluasi putaran pertama, sembilan nama mendapat rapor merah. Bahkan enam pemain sudah dicoret. Yang mengejutkan, nama Syamsul dan kapten Hisyam Tolle tak lagi jadi bagian dari skuad Super Elja.

”Kemungkinan masih bisa bertambah. Yang ini (enam pemain.red) sudah dicoret dan yang lain masih jadi pertimbangan,” jelas Seto.

Dijelaskan pertimbangan pencoretan pemain atas alas teknis dan non teknis. Alasan teknis, menurutnya pemain menunjukkan grafik perkembangan yang lamban diskuad yang dipimpinnya. Ada yang di luar progres. ”Untuk non teknis tidak bisa kami katakan,” tambahnya.

Setelah melakuan pencoretan pada sejumlah nama, PSS dipastikan telah mendapatkan tiga pemain yakni Jodi Kustiawan (eks Persela), Amarzukih (eks PSMS) dan Try Hamdani (eks Persipura). Meski sudah mendapatkan tiga nama, PSS tampaknya masih akan berburu sekitar dua hingga tiga pemain tambahan. ”Posisi paling penting center back,” sebutnya.

Kehadiran gelandang Amarzukih, diharapkan bisa memberikan warna baru bagi lini tengah PSS. Dengan pengalaman yang dimiliki, Amarzukih diharapkan bisa mengatur irama permainan PSS. ”Kita lihat perkembangannya. Kalau tidak ada kualitas yang kita cadangkan juga,”sebutnya.

Sementara untuk Jodi, dipastikan sudah bisa bermain saat PSS melakoni laga melawan Persiwa. Menurut eks pelatih PSIM ini, pemain berusia 26 tahun tersebut sudah bisa menyatu dengan tim. “Jodi adaptasinya cepat, jadi bisa kami tampilkan,” jelasnya.

Perubahan cukup mecolok juga dilakukan oleh PS Tira. Sorotan cukup tajam atas kualitas pemain asing yang dimiliki. Ya, PS Tira hanya bergantung pada sosok Aleksandar Rakic, untuk urusan gol. Sementara pemain asing Kim Sang Min, Roman Berriex serta Gostavo Lopez yang minim memberikan kontribusi dipastikan angkat kaki dari skuad PS Tira.

Sebagai gantinya, tiga nama baru telah bergabung. Mereka yakni Dzmitri Vasilevich asal Belarusia dan Jeon Woo Young asal Korea Selatan. Satu nama pemain baru Abu Bakr, sudah bermain saat PS Tira berhadapan dengan Persib Bandung di SSA, Senin lalu.

Pelatih Nil Maizar percaya, kehadiran dua gelandang dan seorang bek baru tersebut mampu memperbaiki performa timnya. Kehadiran Abu Bakr, menurut Nil Maizar sudah memberi dampak baik pada lini pertahanan. ”Untuk dua gelandang anyar saya yakin bisa membawa perubahan pada kreativitas lini tengah,” jelasnya. (bhn/din/mg1)