JOGJA – Suasana Jalan Malioboro Jogja sedikit berbeda tadi malam (2/8). Pantulan cahaya warna-warni memanjakan mata setiap wisatawan yang melintas di jalan itu. Cahaya bernuansa artistik menghiasi trotoar maupun tembok bangunan dan patung yang ada di sepanjang Malioboro. Itulah ajang Jogja Video Mapping Festival (JVMF) yang menjadi bagian dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke 30.

Koordinator Jogja Video Mapping Project (JVMP) Raphael Donny mengatakan, JVMF merupakan presentasi video pada objek bangunan landmark kota. Tahun ini panitia JVMP dan FKY bekerja sama menyuguhkan lebih dari sekadar project proyeksi pada bangunan. Lebih dari itu berupa instalasi cahaya di sepanjang jalan Malioboro.

CHILDHOOD DREAMS: Wisatawan berpose di depan layar efek karya Kokoksaja dan APE dari Bali. (VITA WAHYU HARYANTI/RADAR JOGJA)

Eksotisme sorot cahaya JVMF mengundang decak kagum wisatawan. Salah satunya, Rendy Arinda Praja. Pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat, itu mengaku sangat menikmati setiap detail cahaya. Baginya, pantulan cahaya warna-warni menjadi pertunjukan spesial di Malioboro.
“Bagus sekali. Videonya juga sangat kreatif dan unik. Lampu sorot warna-warni juga digarap total,” ungkap mahasiswa S2 salah satu universitas negeri di Jogjakarta itu.

JVMF diselenggarakan mulai tadi malam hingga besok (4/8) di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Acara ini melibatkan seniman-seniman visual dari Jogjakarta dan kota-kota lain.

Adapun seniman dan kelompok yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain, Anung Srihadi, Rahmat Gepeng Njawani, Banjar Triandaru, Chiefy Flicker, ARWTK, Eureca Indonesia, Fanikini, Furyco Studio, Isha Hening, Ismoyo Adhi, Kevin Rajabuan, Kokoksaja, APE, Lepaskendali Labs, Lintang Radittya, Luwky, LZY Visual, MöDAR, Motion House, Raphael Donny, S. Wibowo J, UVISUAL, dan Waft Lab. (ita/yog/mg1)