SLEMAN – Sleman memiliki kekayaan kreativitas warga yang mumpuni. Banyak produk-produk kreatif lahir dari Sleman.

Banyaknya potensi industri kreatif tersebut mendorong Yayasan Kreatif Bangsa Indonesia (Krafbina) memfasilitasi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Salah satunya dengan menggelar Sleman Creative Art, Fashion and Lifestyle 2018.

Ketua Krafbina Luwi Saluadji Purbodiningrat mengatakan acara tersebut merupakan pengembangan acara tahun sebelumnya. Pengemasannya sedikit berbeda.

“Acara ini menyatukan pelaku-pelaku kreatif agar saling berkolaborasi,” kata Luwi, Kamis (2/8).

Subsektor industri kreatif menjadi andalan. Bukan hanya menaungi industri kerajinan, juga kuliner serta pariwisata. Sleman dapat menjadi pilot project daerah-daerah lain.

Luwi mengatakan acara tersebut tidak semata menampilkan produk-produk unggulan. Lebih dari itu, sebagai upaya meningkatkan kualitas produk kreatif.

“Serta memberikan edukasi pada pelaku usaha kreatif,” ujar Luwi.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik upaya Krafbina. “Tentunya akan berpengaruh pada meningkatnya ekonomi rakyat,” kata Kustini.

Melalui acara tersebut batik khas Sleman Sinom Parijotho Salak bakal semakin terkenal. Acara tersebut menggandeng Dinas Pariwisata (Dinpar) Sleman digelar Senin-Minggu (10-16/9). (har/iwa/mg1)