JOGJA – Kadipaten Pakualaman bekerja sama dengan Hon-Aizome Miyabiori Koubou, sebuah perusahaan kain yang berasal dari Kyoto, Jepang, mengadakan pelatihan shibori, Kamis (2/8).
Shibori merupakan teknik membuat pola tertentu pada kain dengan teknik melipat dan celup khas Negeri Sakura yang sudah berusia ratusan tahun.

Tak tanggung-tanggung, dalam pelatihan shibori ini mendatangkan tiga mentor dari Jepang. Mereka adalah Nakanishi Hidenori, Arai, dan Kawabara Yuki. Ketiganya merupakan perajin kain shibori.

Ketua pelaksana pelatihan KRT Radyo Wisraya mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan mengenalkan teknik shibori yang berasal dari Jepang atau biasa juga dikenal sebagai Negeri Matahari Terbit itu. Radyo mengatakan, teknik perwanaan dengan cara melipat dan melilit kain ini akan menghasilkan pola yang unik.

”Pada shibori ini hampir mirip dengan teknik jumputan, ” ujarnya kemarin.

Selain mengenalkan tentang teknik shibori, Radyo berharap, dengan kegiatan ini bisa memberikan ilmu baru bagi perajin kain di DIJ agar menambah variasi jenis kain yang ada.

Gusti Kangjeng Bendara (GBK) Raden Ayu Adipati Paku Alam mengungkapkan, shibori adalah salah satu budaya Jepang yang sangat bagus. Penggunaan alat dan cara yang sangat sistematis menjadikan teknik ini perlu diketahui oleh perajin di DIJ.

”Besar harapan saya para perajin banyak belajar dari teknik ini dan mungkin bisa mengembangkannya di DIJ,” ujarnya di sela acara.

Dengan adanya pelatihan ini, lanjutnya, para perajin kain bisa terus mengembangkan usaha kerajinannya. Tak hanya menjadi busana saja, tapi kain shibori juga dapat dikreasikan menjadi produk lain.

Istri Wakil Gubernur DIJ ini juga menceritakan, sebelumnya Kadipaten Pakualaman melakukan pameran batik di Osaka. ”Orang Jepang sangat suka dengan batik, bahkan di sana batik bisa dikreasikan menjadi kimono,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Tri Asih mengatakan, teknik shibori adalah teknik yang cukup unik. Menurutnya, penggunaan alat pada teknik shibori cukup memudahkan dalam pembuatan pola.
”Kalau pembuatan batik menggunakan canting dan malam, pada shibori hanya menggunakan tali. Teknik shibori lumayan membantu dalam pembuatan pola, ”ujar perajin batik Marenggo dari Berbah, Sleman ini. (cr5/ila/mg1)