JOGJA – PSIM Jogja akan menjamu Blitar United di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap Senin (6/8) mendatang. Bermain di luar Jogjakarta tentu akan berimbas pada kehadiran pendukung. Pasti yang hadir tak sebanyak seperti di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul selama ini.

Meski begitu, Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menggaransi skuadnya siap bermain di mana pun. “Main di kandang atau tandang kami tetap harus punya spirit meraih kemenangan,” kata Erwan.

Apalagi, berkaca pada putaran pertama, Hendika Arga dkk memiliki catatan cukup baik saat bermain di luar SSA. Tercatat, PSIM Jogja baru menderita satu kekalahan saat bermain di laga tandang. Itupun didapati di Stadion A Yani Sumenep, markas dari pemuncak klasemen Grup Timur Liga 2 Madura FC.

Namun, dia berharap pemindahan laga kandang jauh dari Jogja tidak terjadi selama sisa pertandingan di putaran kedua. Sebab, persoalan fisik akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemain saat bermain jauh dari homebase. Dia khawatir, dengan menempuh perjalanan jauh, akan membawa dampak pada fisik dan psikis pemain. “Tentu memberi efek pada fisik pemain,” katanya.

Di sisi lain, memasuki putara kedua Liga 2, PSIM tidak terlalu menonjol dalam melakukan perembakan skuad. Tampaknya, baru nama bek kiri Risman Maidullah yang berkostum Parang Biru. Upaya Laskar Mataram untuk mendatangkan Hisyam Tolle bertepuk sebelah tangan, setelah eks kapten PSS Sleman itu bergabung dalam latihan yang digelar Borneo FC.

PSIM hanya dapat berburu pemain dengan status bebas transfer. Menjelang putaran kedua sendiri, sejumlah klub banyak melalukan perombakan. “Kami tengah melakukan nego dengan -pemain yang berstatus bebas,” ungkapnya. (bhn/din/mg1)