GUNUNGKIDUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul Kamis (2/8) mulai memverifikasi seluruh berkas bakal calon legislatif (bacaleg). Berbagai berkas perbaikan ini bakal diverifikasi hingga Selasa (7/8). Kendati begitu, kinerja lembaga penyelenggara pemilu ini bakal sedikit menemui kendala. Sebab, hingga kemarin petang ada dua partai politik (parpol) yang belum memperbaiki berkas.

”Sehingga dimungkinkan bacaleg (dari dua parpol) tersebut akan dicoret (gagal mengikuti pemilihan legislative, Red),” kata Ketua KPU Gunungkidul Muhammad Zaenuri Ikhsan merahasiakan dua parpol tersebut saat dihubungi, Kamis (2/8).

Dalam proses verifikasi, KPU berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait bila menemukan berkas yang diragukan validitasnya. Kependudukan calon legilatif (caleg), misalnya, KPU berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Sedangkan keabsahan ijazah pendidikan caleg, KPU berkoordinasi dengan Balai Dinas Pendidikan Menengah Gunungkidul.
”Untuk SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) dengan kepolisian,” lanjutnya.

Lebih jauh dikatakan, usai melakukan verifikasi berkas bacaleg KPU akan mengadakan rapat pleno pada Selasa (7/8). Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan daftar caleg sementara (DCS) pada 8 hingga 10 Agustus 2018.

“Untuk pengumuman DCS pada 12-14 Agustus. Sebelumnya kami undang partai untuk validasi pada tanggal 10,” ucapnya.

Zaenuri berharap masyarakat berperan aktif ikut mencermati nama-nama caleg setelah pengumuman DCS. KPU bakal segera mengklarifikasi bila ada caleg yang dilaporkan bermasalah.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gunungkidul Antok berjanji bakal memperketat pengawasan terhadap seluruh bacaleg. Terlebih tidak lama lagi DCS bakal diumumkan. Kendati begitu, dia tetap berharap masyarakat aktif memberikan masukan kepada KPU bila menemukan caleg bermasalah.

”Hasil temuan bisa diteruskan melalui panitia pengawas pemilu desa tingkat desa,” katanya. (gun/zam/mg1)