MUNGKID – Pelaksanaan TMMD Reguler ke-102 dan TMMD Sengkuyung Tahap II 2018 yang berlangsung di Desa Gandusari, Bandongan, Kabupaten Magelang mendapat perhatian dari Mabes TNI AD. Pengawasan dan evaluasi dilakukan oleh Tim Wasev PJO Mabes TNI yang dipimpin Marsda TNI Agus Munandar SE.

Kegiatan tersebut telah menyelesaikan kegiatan fisik di antaranya rabat beton sepanjang 1.366 m, lebar 4 m dan tebal 0,12 m. Ditambah pembuatan talud senderan sepanjang 25 m, lebar 0,6 m dan tinggi 2 m, serta saluran drainase sepanjang 25 m, lebar 0,6 m dan tinggi 0,6 m

“Untuk pembuatan talud senderan dan saluran drainase sudah selesai 100 persen. Sedangkan untuk rabat beton, baru selesai 77 persen,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0705/Magelang Letkol Kukuh Dwi Antono yang juga Dansatgas TMMD Reguler ke-102, kemarin.

TMMD juga mempunyai sasaran tambahan berupa jambanisasi sebanyak 26 unit yang telah selesai 100 persen. Kemudian rehab rumah tidak layak huni (RTLH) empat unit dan satu rumah tinggal memasuki penyelesaian akhir. Ada juga kegiatan non fisik berupa penyuluhan tentang kebangsaan, bahaya narkoba, dan lainnya. “Kunjungan dari Tim Wasev Mabes TNI ini memotivasi kami untuk segera menyelesaikan kegiatan ini dengan baik,” tutur Kukuh.

Kunjungan didampingi pejabat Forkompimda Kabupaten Magelang. Bupati Zaenal Arifin, Kapolres AKBP Heri Purnomo dan Kajari Eko Hening Wardono sempat diboncengkan para Babinsa meninjau kegiatan TMMD yang tersebar di beberapa dusun. “Ini wujud kekompakan dan kebersamaan antara TNI dengan seluruh komponen bangsa. Ada juga semangat gotong dalam kegiatan ini,” ungkap Zaenal Arifin.

Marsda TNI Agus Munandar mengaku hasil pelaksanaan TMMD di Gandusari sudah bagus. Apalagi beberapa kegiatan sudah selesai dan beberapa memasuki tahap finishing. Hasilnya sudah bisa mulai dinikmati masyarakat dan diharapkan bermanfaat.”Masyarakat mengaku sebelumnya kesulitan dalam mendapat akses jalan yang baik. Sekarang sebaliknya,’’ jelasnya.

Pernyataan ini dibenarkan oleh Rusiyam, 56 tahun. Perempuan tua tersebut mengaku seperti mimpi, setelah jalan desa bisa menjadi baik. Sehingga tidak lagi berdebu kalau pas musim kemarau dan becek saat musim penghujan.“Ini baru namanya Indonesia. Jalannya baik dan bagus,” ujar Rusiyam. (dem/din/MG1)