JOGJA – Laga PSIM Jogja kontra Blitar United dalam lanjutan Liga 2 Indonesia dipastikan tidak akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA). Laga ini dijadwalkan akan digelar Senin (6/8) mendatang. Sebab, Pemkab Bantul tidak memberikan izin kepada pihak panpel, akibat kericuhan yang terjadi pada derby DIJ saat bertemu PSS Sleman, Kamis (26/7) lalu.

Kepastian pelarangan tersebut tertuang dalam surat Nomor 426/2734 yang dikeluarkan Senin (30/7) lalu oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul. Dalam surat tersebut Disdikpora Bantul menyatakan tidak dapat memberikan izin kepada panpel dikarenakan pertandingan sebelumnya terjadi insiden yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sadar akan situasi tersebut, panpel PSIM segera mengambil langkah cepat untuk mencari alternatif stadion untuk menggelar laga kandang.

Ketua Panpel PSIM Jogja Wendy Umar menyatakan, memindahkan home base sementara ke Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Jawa Tengah. Pemindahan laga ke Cilacap, didasarkan pada sejumlah pertimbangan. Salah satunya mengenai keamanan dan ketersediaan stadion yang berdekatan dengan Jogajakrta,

”Kami menyadari setelah laga terakhir akan sulit untuk bisa bermain di SSA,” kata Wendy Rabu (1/8).


Sebelum jatuh ke Wijayakusuma, sebenarnya terdapat beberapa opsi stadion yang dibidik untuk menggelar laga. Diantaranya Stadion Moch Soebroto, Magelang yang selama ini menjadi markas dari PPSM Magelang. Hanya, untuk menggelar laga dalam waktu dekat tidak memungkikan karena tengah direnovasi.

Saat ini, perwakilan manajemen sudah ke Cilacap untuk menjajaki Stadion Wijayakusuma. ”Cilacap welcome. Izin kepolisian juga tengah diurus. Tinggal memastikan kondisi lapangan apakah nanti mendapat rekomendasi dari LIB,” jelasnya.

Meski bermain jauh dari Jogja, Wendy berharap dukungan pendukung fanatik PSIM Jogja untuk bisa hadir di Cilacap. Pada laga tersebut panpel meyediakan 11 ribu tiket yang bisa didapatkan secara presale dan juga on the spot. ”Harga Rp 25 ribu tribun terbuka dan Rp 55 ribu tribut tertutup,” jelasnya.

Panpel berharap, laga yang digelar jauh dari Jogja ini untuk sementara waktu. Panpel sendiri tengah mengupayakan untuk bisa kembali menggunakan SSA, saat situasinya tengah kondusif. ”Kami akan audiensi ke bupati, apalagi selama ini kami memiliki hubungan baik dengan publlik Bantul,” jelasnya.

Sementara itu official media PSIM Jogja Rob Sumiarno mengatakan, sebenarnya suporter sudah dewasa dalam menyaksikan laga di dalam stadion. Ini dibuktikan dengan tidak adanya aksi suporter yang menyebabkan PSIM dijatuhi sanksi. ”Petasan, flare dan pelemparan sudah tidak ada. Namun memang disayangkan kejadian saat tersebut,’’ katanya. (bhn/din/mg1)