MAGELANG-Torehan prestasi gemilang di bidang pendidikan diraih Khansa Wirandra, siswa SMPN 1 Magelang. Dia meraih medali perak dalam International Mathematics Competition (IMC) 2018 di Singapura. Padahal, sebelumnya dia gagal masuk tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jawa Tengah 2018.

Putra dari pasangan Dwi Agus Indratno dan Endang Kusumastuti ini mengalahkan ratusan peserta lain dari 15 negara yang ikut kompetisi. Siswa kelahiran Magelang, 19 April 2004 ini mengaku senang dan bangga bisa berprestasi tingkat internasional ini. Prestasi ini sekaligus mengobati kekecewaannya tidak masuk tim OSN, karena kalah selisih sedikit dari rekannya. “Senang banget bisa meraih perak. Sebelumnya, saya hanya meraih perunggu di lomba matematika tingkat internasional juga di Jakarta dengan penyelenggara yang berbeda,” tuturnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengemukakan, tim Indonesia dalam IMC 2018 yang juga meraih grand champion atas nama pelajar lain. Diceritakan empat hari di akhir bulan Juli lalu, saat harus memeras otak di Singapura. Ada 17 soal, terdiri dari pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang harus dipecahkannya. “Saya bisa menjawab 12 soal. Di akhir, passing grade saya di nomor dua teratas dan meraih perak. Untuk grand champion diraih pelajar dari Indonesia juga, satu tim,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia akan istirahat dulu dari lomba mata pelajaran. Ia beralasan akan fokus persiapan ujian nasional dengan giat belajar dan les privat, seperti yang sudah dilakukannya selama ini. Tetapi karena dia termasuk siswa yang juga punya prestasi di cabang olah raga wushu, itu yang akan ditekuni dulu. Terakhir, ia membawa pulang tiga medali (satu emas dan dua perunggu) dalam kompetisi wushu tingkat nasional di Surabaya, 3-6 Juli 2018 lalu. “Sekarang saya siap-siap ikut kompetisi wushu internasional Desember nanti. Targetnya juara,” ujarnya.

Kepala SMP 1 Magelang Nur Wiyono MPd mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Khansa. Di sekolah ini memang mengembangkan dan mendukung penuh peningkatan prestasi anak-anak baik akademik maupun nonakademik.”Siswa yang ingin berangkat lomba, kami beri kebebasan dengan tetap taat pada aturan,” tandasnya. (dem/din/mg1)