SLEMAN- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman terus berusaha mendongkrak performa pelayanan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di internal perusahaan pelat merah milik Pemkab Sleman ini.

“Kami berusaha menempatkan SDM sesuai bidang kompetensi masing-masing. The right man on the right place,” ujar Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata SE MM Rabu (1/8).

Dwi mengatakan, pembangunan SDM memberikan dampak nyata pada performa perusahaan. Dari yang semula selalu merugi, kini terus menunjukkan progress signifikan. Bahkan, PDAM mampu memberikan keuntungan lebih bagi Pemkab Sleman.

Adapun pembangunan SDM dilaksanakan dengan menerapkan sistem key performance indicator (KPI) sebagai tolok ukur kinerja pegawai. Dalam pelaksanaannya, PDAM menggandeng Badan Pengwasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut Dwi, dengan sistem KPI acuan kinerja setiap karyawan menjadi lebih jelas, baik tugas pokok dan fungsi, maupun kewajiban dan tanggung jawabnya. Penilaian dilaksanakan secara tertulis. “Penilaian karyawan bidang teknik dan non teknik berbeda. Standarnya pakai KPI itu,” jelasnya.

Pemberdayaan kapasitas SDM juga digenjot melalui koperasi. Hal ini sekaligus untuk membangun kebersamaan dan teamwork antarsesama karyawan dalam upaya memajukan perusahaan. Di samping juga menambah kesejahteraan karyawan di luar perusahaan. Apalagi koperasi karyawan PDAM memiliki bidang kerja yang mampu menghasilkan pendapatan. Seperti rental mobil, tour and travel, hingga simpan pinjam. Dalam pelaksanaannya, ucap Dwi, kegiatan koperasi tetap tidak mengganggu kinerja karyawan di perusahaan.

Dwi optimistis, sistem kerja yang dibangun saat ini mendapat respons positif seluruh karyawan. Terlebih, hak-hak karyawan diberikan sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab masing-masing.

“Kepuasan pelanggan menjadi tolok ukur hasil kinerja karyawan PDAM,” tuturnya.

Menurut Dwi, sebagian besar pelanggan merasa puas dengan layanan air bersih PDAM Sleman. Itu dibuktikan minimnya pengaduan masyarakat, khususnya pelanggan, terhadap layanan air bersih PDAM. Baik mengenai jaringan, suplai, maupun sistem administrasi yang diterapkan.

“Kami juga berusaha selalu meng-up date informasi layanan lewat Twitter @PDAMSleman,” ungkapnya.

Penggunaan media sosial tersebut diharapakan bisa mempercepat penyampaian layanan kepada pelanggan. Terutama ketika terjadi gangguan jaringan yang disebabkan oleh peristiwa alam atau kejadian teknis lainnya. Dengan begitu, para pelanggan lebih cepat tahu ihwal mana saja jaringan yang sedang diperbaiki teknisi PDAM, sehingga mereka bisa melakukan langkah antisipasi sejak dini terkait pemenuhan kebutuhan air bersih.

Tak cukup sampai di situ, demi menambah tingkat kepuasan pelanggan, PDAM Sleman juga berupaya menambah debit air. Selain mengoptimalkan sumur-sumur dalam dan air permukaan, PDAM Sleman berencana mengambil air baku dari Sungai Progo.(*/yog/mg1)