BANTUL – Gelombang tinggi yang menghantam sepanjang pesisir pantai selatan tidak hanya merusak sejumlah sarana infrastruktur. Lebih dari itu, fenomena alam tahunan tersebut juga menyebabkan suangan di kawasan Pantai Samas tersumbat pasir. Akibatnya, air Sungai Opak dan Winongo yang seharusnya bermuara di pantai selatan meluap. Merendam sekitar 50 hektare lahan pertanian produktif di Desa Tirtohargo, Kretek.

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Tirtohargo Yunardi mengungkapkan, ada beragam jenis tanaman yang terendam air sejak beberapa hari terakhir. Meliputi bawang merah, cabai, kacang tanah, dan jagung. Namun, di antara jenis tanaman ini bawang merah yang paling banyak terendam. Mencapai 16 hektare.

”Cabai 8 hektare. Lainnya palawija,” jelas Yunardi saat ditemui di sela pembuatan suangan baru Rabu (1/8).

Yunardi mencatat air Sungai Opak meluap tiga kali dalam sepekan terakhir. Terparah, luapan ketiga atau Selasa (31/7) malam. Itu akibat suangan kembali buntu. Ya, sejak luapan pertama dan kedua sejumlah warga kerja bakti membuat suangan baru.

”Malam ini ada 40 warga yang bekerja bakti,” ucapnya.

Yuliawan, seorang petani cabai khawatir tanaman cabainya bakal mati. Sebab, air payau mengandung garam. Di mana kandungan ini menyebabkan tanaman menjadi layu.

”Sehingga tidak ada solusi selain membuat suangan baru,” ujar petani berusia 55 tahun ini.

Sebagai petani, Yuliawan mengaku terendamnya lahan pertanian subur bukan hal baru. Nyaris setiap tahun suangan di Pantai Samas buntu akibat gelombang tinggi. Akibat fenomena alam ini pula, para petani hanya dapat menanam dua kali dalam setahun.

”Biasanya padi – padi atau padi – bawang merah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Dipertautkan) Bantul Pulung Haryadi optimistis puluhan hektare tanaman ini masih bisa diselamatkan. Asalkan air surut dalam dua hari ke depan. Karena itu, dipertautkan memberikan pinjaman mesin pompa untuk menguras air.

”Untuk kerugian masih belum bisa kami hitung,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono kemarin meninjau area pertanian yang terendam. Dia berharap problem tahunan ini segera tertangani. Agar para petani tidak merugi.

”Pemkab menerjunkan alat berat untuk membuat suangan baru,” katanya.
Guna mengantisipasi hal serupa, pensiunan perwira menengah Polri ini meminta ke depan pemerintah desa langsung mengajukan bantuan pinjaman alat berat kepada pemkab. Mengingat, fenomena ala mini bakal terjadi lagi tahun depan. (cr6/zam/mg1)