JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menolak izin PSIM Jogja menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) untuk laga melawan Blitar United pada Senin (6/8) mendatang.

Penolakan tersebut merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi pada laga derby DIJ antara PSIM Jogja melawan PSS Sleman menyebabkan seorang meninggal dunia.

Dalam surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul tersebut memberikan jawaban penolakan atas pernohonan yang diajukan oleh panitia pelaksana pertandingan PSIM pada 29 Juli 2018.

“Kami tidak memberikan izin kepada saudara dikarenakan pada pertandingan sebelumnya telah terjadi insiden yang mengakibatkan jatuhnya korba jiwa,” tulis surat yang dikeluarkan oleh Pemkab Bantul.

Sejatinya, laga antara Laskar Mataram kontra Blitar United digelar Senin depan pukul 15.00. Namun, dengan penolakan tersebut dikabarkan PSIM Jogja akan memindahkan laga di Cilacap, Jawa Tengah.

Penolakan Pemkab Bantul menjadi pukulan bagi manajemen PSIM Jogja. Dengan tren positif yang tengah dilakoni Hendika Arga, bermain jauh dari pendukung PSIM Jogja merupakan sebuah kerugian. Apalagi, selama laga kandang PSIM Jogja belum pernah terkalahkan.

Seperti diketahui sebelumnya, pada laga derby, PSIM Jogja unggul 1-0 atas saudara muda PSS Sleman melalui gol Hendika Arga. Namun, kemenangan tersebut tercoreng akibat kericuhan yang sempat terjadi di luar stadion. (bhn/ila)