JOGJA – Memasuki putaran kedua Liga 2, PSIM Jogja bergerak cepat mendatangkan amunisi baru. Salah satu nama dipastikan merapat ke skuad Laskar Mataram yakni bek kiri Risman Maidullah, yang pernah memperkuat Persik Kendal dan PSCS Cilacap.

Keberadaan Risman di sektor kiri pertahanan memang patut dipertanyakan. Sebab, di sektor tersebut PSIM memiliki sejumlah nama seperti Fandy Edy, Crah Angger, dan Ayub Antoh. Sepertinya, tim pelatih PSIM Jogja masih belum puas dengan sektor kiri PSIM yang kerap dieksploitasi dan menjadi titik lemah. “Memang ada beberapa nama di sektor tersebut. Alasannya lebih pada variasi pilihan karena Fandy juga kami proyeksikan main sebagai bek tengah,” kata pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak.

Risman sendiri direncanakan baru akan tiba di Jogja hari ini, untuk negosiasi kontrak. Selain Risman, Laskar Mataram juga masih butuh pemain di sektor geladang dan penyerang. Kebutuhan tim di dua posisi tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya di sektor gelandang bertahan baru ada sosok Raymond Tauntu yang tak pernah absen mengisi jajaran line up tim.

Sedangkan di lini depan, meski ada beberapa nama yang berposisi sebagai penyerang, PSIM masih bergantung pada Ismail Haris. Keberadaan amunisi baru, diharapakan bisa membuat persaingan positif antar pemain. “Penambahan pemain juga akan semakin baik guna menyesuaikan skema saat melawan tim yang berbeda,” katanya.

Disinggung mengenai pemain bidikan lainnya yang akan didatangkan, Bona enggan membeberkan secara detail siapa saja nama yang dibidik. Eks PSMS Medan Persijap Jepara dan PSS Sleman tersebut mengatakan satu nama di sektor depan yang tengah dijajaki untuk bergabung ialah Tri Handoko yang kini tengah memperkuat tim Persis Solo.

Handoko atau yang akrab disapa Ndok bukanlah nama asing. Pemain yang tahun ini berusia 29 tahun tersebut pernah berseragam parang biru di musim 2014. “Handoko memang bidikan kami, nama lain juga sedang diburu,” jelasnya. (bhn/din/fn)