SLEMAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jogjakarta meluncurkan Rumah Kreatif Badan Pemasyarakatan kelas 1 (Bapas) Jogjakarta. Launching dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman Selasa (31/7).

Rumah Kreatif tersebut untuk meningkatkan keimanan, nasionalisme, keterampilan dan kreativitas. Terutama bagi anak yang sedang berhadapan dengan hukum.

“Rumah Kreatif Bapas Jogjakarta terdapat 11 program unggulan. Di antaranya usaha budi daya lele, telur asin, tanaman pangan dalam pot, dan kerajinan gerabah (handy craft),’’ kata Kepala Bapas Jogjakarta Muhammad Ali Syeh Banna.

Anak-anak juga diajari bagaimana membuat pupuk kandang (kompos), bimbingan kewarganegaraan dan Pancasila. Ada juga bimbingan rohani, bimbingan terapi doa, pijat energi, bimbingan agama dan konseling.

Peluncuran ditandai penandatanganan kerjasama oleh Kepala DP3AP2KB Mafilindati Nuraini dan Ali Syeh Banna. Penandatanganan disaksikan Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) dan Kepala Kanwil Kemenkumham DIJ Gunarso.
SP mengapresiasi inovasi terhadap penanganan anak yang berhadapan dengan hukum tersebut.

“Program ini menjadi alternatif pidana bagi anak yang berhadapan dengan hukum,’’ kata SP.

Diharapkan ketika anak-anak tersebut pulang kembali ke rumahnya mampu menjadi anak yang lebih baik. ‘’Bermanfaat untuk keluarga, bangsa dan negara,” kata SP.

Masa anak-anak merupakan masa perkembangan. Namun tidak semua anak mampu melalui proses tersebut dengan baik. Namun ada yang terjerumus hal negatif. Di antaranya kurangnya perhatian orang tua.

SP menilai pentingnya peran orang tua sebagai kontrol pergaulan anak. Pemkab Sleman terus melakukan upaya penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. (ita/iwa/fn)