BANTUL – Varietas padi Inpari 23 dikembangkan untuk menghasilkan panen lebih banyak. Padi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kelebihan padi ini lebih pulen, putih, dan wangi. Hasil panennya juga banyak,” kata Koordinator Waringin Agritek Dani HMS di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Selasa (31/7).

Pengembangan tersebut dilakukan Yayasan Damandiri. Berkonsep pertanian terpadu. Selain padi, juga dikembangkan komoditas lain seperti jambu madu delhi.

Digunakan teknik tumpang sari dengan menambahkan sayur dan kacang. Kacang dipilih agar penyuburan tanah berjalan maksimal. Ada juga kolam ikan nila yang nilai ekonomisnya lebih tinggi dibanding lele.

Juga dilakukan pengembangan kelinci jenis rex, flamish, dan enzie. Jenis tersebut dipilih karena punya nilai jual yang bagus. Selain bisa dijual untuk dagingan, kelinci jenis ini ketika dijual sebagai kelinci hias akan bernilai mahal.

“Kotorannya juga bisa menjadi pupuk alami. Bahkan bisa menyuburkan tanaman lebih bgus dari semprotan kimia,” kata Dani.

Dewan Penasihat Damandiri Retnosari Widowati Harjojudanto mengatakan pertanian terpadu tersebut akan dijadikan percontohan. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami masih belum menyosialisasikan kepada masyarakat, tunggu hasilnya dulu baru kami kenalkan,” kata Retnosari.

Varietas terbaik digunakan agar masyarakat bisa mengembangkan sendiri. Selain Kemusuk, ada dua dusun yang menjadi binaan Yayasan Damandiri, Karang Tengah (Imogiri) dan Trirenggo (Bantul). (ega/iwa/fn)