PURWOREJO – Merosotnya etos kerja aparatur sipil negara (ASN) menjadi perhatian Bupati Purworejo Agus Bastian. Dia melihat, ada ASN yang memiliki semangat kerja tinggi saat masih menjadi tenaga honorer, namun langsung anjlok saat mereka mengantongi surat keputusan (SK) pengangkatan.

Hal itu diungkapkan bupati saat memimpin pengambilan sumpah janji ASN bagi 27 orang dan penyerahan SK untuk 45 orang yang belum diambil sumpah di pendopo rumah dinas bupati, Selasa (31/7). Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Yuli Hastuti, Sekda Said Romadhon dan Kepala BKD Nancy Megawati.

“Mereka saat belum diangkat sregep-nya luar biasa. Tapi setelah diangkat malah tidak rajin bekerja. Padahal seharusnya dengan status baru yang disandang, mereka harus lebih giat lagi,” kata bupati.

Diungkapkan, masyarakat atau publik selalu mengawasi gerak dan aktivitas aparatur pemerintah. Mereka menginginkan aparatur yang profesional dan mampu bekerja dengan baik. Hal ini perlu menjadi lecutan bagi ASN untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitasnya.

“Saya harapkan semua terus meningkat, jangan malah sebaliknya,” tambah bupati. Dalam kesempatan itu bupati juga mengingatkan, prosesi sumpah janji hendaknya tidak dianggap sebagai sebuah kegiatan seremonial belaka yang tidak memiliki konsekuensi apa pun. Karena pada hakekatnya sumpah janji yang telah diucapkan merupakan kesanggupan ASN terhadap negara dan juga janji terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Saudara hendaknya benar-benar menghayati isi sumpah/janji Saudara itu dalam setiap tugas sebagai ASn. Dengan menghayati sumpah dan janji itu kita akan sadar bahwa Saudara harus mampu menunjukkan komitmen dan tanggung jawab moral sebagai konsekuensi dari pengangkatan.”

Kepala BKD Purworejo Nancy Megawati mengatakan, seluruh aparatur yang dilantik dan diberikan SK sebanyak 72 orang. Berlatar belakang tenaga honorer dan penyuluh pertanian, mereka telah mengikusi seleksi dan menjalani pendidikan dan latihan prajabatan sebagai persyaratan untuk bisa diangkat menjadi ASN. (udi/laz/fn)