BLITAR- PSIM Jogja mempertahankan 10 laga tak terkalahkan. Terakhir, Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja menang 3-1 atas tuan rumah Blitar United di Stadion Soepriyadi, Senin (30/7). Hasil manis di laga pamungkas putaran pertama tersebut sekaligus mendongkrak posisi PSIM jogja ke peringkat 5 klasemen sementara Grup Timur Liga 2 Indonesia.

Meski begitu, posisi Laskar Mataram berpeluang digusur oleh Martapura FC yang masih akan melakoni laga tandangnya melawan tuan rumah Persegres Gresik di Stadion Joko Samudro hari ini. PSIM Jogja sempat tertinggal lebih dulu melalui titik putih di menit ke-6 lewat kaki M Rifki. Namun, gol cepat tersebut berhasil direspons dengan baik. Alhasil gol balasan PSIM Jogja masing-masing tercipta melalui Riskal Susanto (45’), Ismail Haris (60’), dan Hendrico (89’).

Pada laga kemarin, pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak sedikit mengubah skema permainan timnya. Gelandang serang Hendri Setriadi posisinya ditempati Arief Yulianto. Perubahan skema tersebut, ternyata tidak cukup efektif terhadap daya dobrak Laskar Mataram. Terbukti, PSIM Jogja justru teringgal lebi dulu. Beruntung, bek kanan Riskal berhasil menyamakan kedudukan pada masa perpanjangan waktu di babak pertama memanfaatkan bola liar yang ada di depan gawang tuan rumah.

Guna meningkatkan intensitas serangan, Hendrico pun akhirnya bermain di menit ke-51 menggantikan Arif Toeminz. Dan benar saja, kehadiran Hendrico memberikan efek terhadap serangan Laskar Mataram. Pada menit ke-60 striker Ismail Haris membawa keunggulan bagi PSIM Jogja. Bola rebound tendangan bebas Fandy Edy, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh stiker bernomor punggung 90 itu.

Menjelang tiga menit pertandingan usai giliran Hendri ‘Hendrico’ Satriadi berhasil memperbesar keunggulan Laskar Mataram dengan selisih dua bola. Sepakan keras Hedrico gagal dihalau kiper tuan rumah Bayu Prisma.

Keunggulan 3-1 bertahan sampai wasit Nanang Tri Wibowo meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Atas raihan kemenangan tersebut, Bona mengapresiasi semangat juang skuadnya. Terkait mencadangkan Hendrico, menurut Bona hal tersebut merupakan bagian taktik yang telah disiapkan. Hendrico, menjadi kartu terakhir yang akan dikeluarkan, saat para pemain tuan rumah kedodoran. ”Lawan tenaganya sudah berkurang, baru saya masukan dia (Hendrico.red) dan ternyata berhasil,” terangnya.

Setelah tertinggal, Bona memang menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk melakukan banyak mengamankan bola. ”Saya minta anak-anak melakukan bal possession dulu, sambil melihat peluang, biar musuh ketarik ke bawah baru kami keluar,” terangnya. (bhn/din/mg1)