SLEMAN – Tingginya potensi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan jip lava tour Merapi mendorong Polres Sleman ikut menaruh perhatian serius. Kapolres Sleman AKBP M Firman Lukmanul Hakim menegaskan, sopir jip wisata tidak hanya memiliki lisensi surat izin mengemudi (SIM) golongan A. Lebih dari itu, juga harus menguasai medan.

”Karena yang dilintasi merupakan jalur khusus. Penuh dengan rintangan alami,” jelas Firman pekan lalu.

Menurutnya, ada dua lokasi trek jip wisata. Yakni, di lereng Merapi dan tebing Breksi, Prambanan. Karakter lintasan trek di kedua lokasi ini mirip. Selain turunan dan tanjakan curam, sebagian lintasan trek ini juga dipenuhi dengan belokan tajam. Atas dasar itu, Firman menekankan, kelayakan dan kelaikan jip wisata tak dapat ditawar. Mengingat, di antara penyebab kecelakaan adalah kondisi kendaraan.

”Standar keamanan harus dipenuhi dulu baru beroperasi,” tegasnya.

Dikatakan, kepolisian bersama Pemkab Sleman berkomitmen mengawal standardisasi jip wisata. Bahkan, kolaborasi ini menelurkan tim terpadu. Tim ini memantau seluruh operator jip wisata. Itu untuk memastikan kelayakan sekaligus kelaikan kendaraan. Juga kompetensi sopir jip wisata.

”Dulu hampir setiap kendaraan tidak laik. Tapi operator kemudian berusaha melengkapinya,” tuturnya. (dwi/zam/fn)