Kepala Dispar Sleman Sudarningsih menegaskan bahwa instansinya bersama dishub dan kepolisian telah merancang rute jip wisata lava tour Merapi. Berbeda dengan trek lama, penentuan rute baru ini mengacu kawasan. Itu lantaran tidak semua kawasan di lereng Merapi aman dilintasi jip wisata.

”Pengelola jip wisata harus mematuhinya,” jelas Ningsih, sapaannya mengakui bahwa penggodokan aturan main ini agak terlambat.

Di mana saja kawasan rute jip wisata? Ningsih menyebut di antaranya adalah Jalan Boyong – Museum Gunung Api Merapi – Jalan Kaliurang – simpang tiga Kali Kuning – Balai Desa Umbulharjo – simpang empat Pager Jurang. Lalu ke atas. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin sampau ke makam Mbah Maridjan dipersiapkan jalur khusus.

”Yaitu, dari simpang empat Pager Jurang lurus ke timur menuju Glagaharjo. Jadi lewat bawah yang jalannya aman,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Ningsih juga mengingatkan agar jip wisata tidak terlalu banyak melintasi jalan raya. Ini untuk meminimalisasi jip wisata berpapasan dengan kendaraan umum. Ini sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan raya.

”Karena jip wisata bukan angkutan umum,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengingatkan agar sopir jip wisata tak menjajal medan terjal. Meskipun penentuan rute jip wisata mengacu kawasan.
“Sesuai dengan kemampuan pengendara saja,” sarannya.

Dengan detail, Shavitri juga membocorkan di antara aturan main yang harus dipatuhi sopir jip wisata. Sopir wajib menolak permintaan wisatawan bila diminta melintasi trek ekstrem. Dengan syarat bila sopir merasa tidak menguasai medan. Sebaliknya, sopir dapat mencarikan trek menantang. Asalkan telah menguasai seluk-beluk medannya.

”Jip hanya dapat diisi maksimal lima orang termasuk sopir,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri merespons baik rencana penataan rute. Apalagi, penataan itu melibatkan pelaku wisata jip lava tour. Bahkan, kata Dardiri, para pelaku usaha jip wisata menyarankan pemkab mengevaluasi dua rute saat survei awal Juli lalu. Lantaran dianggap membahayakan.

”Titik pertama berada di Dusun Petung, tepatnya timur Kopi Merapi. Titik kedua arah makam Mbah Maridjan,” jelasnya.

Sebagai gantinya, lanjut Dardiri, AJWLM menyarankan pemindahan rute. Sebagai pilihan, ada rute alternatif di sebelah kantor Desa Kepuharjo. Rute ini melalui Dusun Manggong, Kepuharjo. Lalu, tembus ke Dusun Ngacar Glagaharjo.

”Memang agak memutar lebih jauh tapi lebih aman untuk wisatawan,” ujarnya.
Ketua AJWLM Wilayah Timur Bambang Sugeng mengapresiasi langkah pemkab. Menurutnya, penyusunan rute baru ini sebagai salah satu jaminan keamanan dan kenyamanan wisatawan. (har/dwi/zam/fn)