SELAIN memporakporandakan ratusan warung di kawasan pesisir, gelombang tinggi laut selatan Rabu (25/7) menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian rusak. Salah satunya di kawasan mangrove Pantai Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul. Akibat terjangan air laut tanaman cabai, bawang merah, dan padi terancam layu. Itu lantaran air di lahan pertanian menjadi payau setelah tercampur air laut.

Dalam jangka panjang, air payau bisa mematikan tanaman. Tak mau gagal panen, petani Desa Tirtohargo, Kretek Minggu (29/7) beramai-ramai melakukan bedah suangan (semacam laguna) untuk membuang air payau di lahan pertanian.

Tak kurang 20 petani menyusuri muara sungai yang menghubungkan Pantai Samas dan Pantai Depok. Beberapa petani menumpang rakit atau kapal kecil.
“Air payau yang masuk lahan pertanian bis dibuang ke laut hanya dengan membedah suangan ini,” kata Sriyanto, 53, salah seorang petani.

Semula para petani berusah menguras air payau yang menggenangi lahan pertanian menggunakan 15 pompa. Tapi hasilnya nihil.

Babinkamtibmas Polsek Kretek Winarko menambahkan, para petani pesisir selatan tak mampu membendung terjangan gelombang tinggi. Beberapa waktu lalu petani berusaha membuang kembali air payau di lahan pertanian ke laut. Selain gagal, upaya itu tak bisa berjalan maksimal lantaran masih ada ancaman gelombang tinggi.

“Peristiwa ini menjadi yang paling dahsyat sejak gelombang tinggi besar lima tahun lalu,” ungkapnya. (cr6/yog/fn)