JOGJA – Aplikasi MOI meraih pembinaan enam bulan dari Samsung Electronics. MOI meraih prestasi tersebut dalam Global Startup Acceleration Program (GSAP) di UGM, pada 23-27 Juli 2018.

Startup asal Medan tersebut bakal ikut kompetisi startup di Asia Pasific dan Oceania. GSAP merupakan program pembinaan bagi mahasiswa atau pekerja yang merintis usaha startup kurang dari dua tahun.

“Kami senang dengan raihan ini. Semoga aplikasi ini dapat berkembang dan membantu masyarakat serta tenaga kesehatan mencukupi kebutuhann,” ujar Direktur MOI Kristina (27/7).

MOI merupakan aplikasi mempermudah masyarakat dan profesional mendapatkan pelayanan kesehatan. Mulai perawatan medis, pemeriksaan, bantuan saat melahirkan, hingga konsultasi kehamilan dan ASI.

“Berawal dari keprihatinan saya sebagai tenaga medis terhadap pelayanan kesehatan konvensional. Membuat orang malas pergi ke fasilitas kesehatan,” ujar Kristina.

“Orang sakit maunya cepat. Kalau mau ketemu dokter di Rumah Sakit harus antre. Padahal periksanya cuma lima menit,” kata Kristina.

Dikatakan, banyak perawat dan bidan mendapat upah minimalis. “Miris. Perawat dan bidan yang berjaga malam, ngurus pasien hanya digaji UMR,” kata Kristina.

President Samsung Electronics Indonesia Jae Hoon Kwon mengatakan Samsung menginspirasi generasi agar produktif berkarya. Bisa melakukan inovasi teknologi.

“Kami mendukung pemerintah memajukan bangsa dengan membuka lapangan kerja. Yakni tercapainya 1.000 startup digital pada 2020,” katanya. (obi/met/fn)