GUNUNGKIDUL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIJ memprediksi ketinggian gelombang pasang pantai selatan masih di atas tiga meter hingga beberapa hari ke depan. Meski tak ada imbauan menutup kawasan wisata, SAR Korwil II Gunungkidul melarang wisatawan bermain air maupun kamping di kawasan pasir pantai. Hal itu guna mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat gelombang tinggi seperti kejadian beberapa waktu lalu. Di mana ratusan warung roboh setelah diterjang ombak pasang. Tak sedikit pula tenda-tenda wisatawan yang terhempas oleh gelombang tinggi.

Koordinator Tim SAR Korwil II Gunungkidul Marjono mengatakan, tinggi gelombang di atas tiga meter berpotensi menyapu bibir pantai. Kondisi ini berbahaya bagi wisatawan yang bermain di air. Termasuk kegiatan kamping di pasir pantai. Larangan mandi di air dan kemping di pasir pantai semata-mata demi keselamatan wisatawan. Karena itu, Marjono berharap para wisatawan pantai selatan mematuhi peringatan petugas. “Bagi yang nekat, akibatnya bisa fatal,” tegasnya.

Dikatakan, kerusakan warung pesisir akibat terjangan gelombang pasang beberapa waktu lalu cukup menjadi pengingat akan bahayanya gulungan ombak. “Kepada pedagang kami juga mengimbau agar jangan coba-coba beraktivitas di lokasi bangunan yang rusak. Ombak masih tinggi,” tandas Marjono.

Para pemilik warung diimbau menunggu gelombang surut jika ingin mendekati temapt usaha. Terlebih di warung-warung bangunan semi permanen. Sampai dengan saat ini belum ada yang memastikan keamanan kondisi bangunan pasca diterjang gelombang pasang yang mencapai ketinggian delapan meter. “Nanti ada petugas yang akan memastikan kemanan konstruksi bangunan. Kalau dinyatakan aman, barulah dibenahi bersama-sama,” ucapnya.

Sejauh ini warga pesisir hanya dilibatkan untuk kegiatan kerja bakti membersihkan kawasan pantai dari sampah yang terbawa gelombang tinggi. Pengelola kawasan wisata, tim SAR, polisi, dan TNI turut terlibat.

Marjono berharap kondisi cuaca kembali normal. Sehingga aktivitas wisata pantai selatan bisa pulih. Diakui, gelombang tinggi menyebabkan tingkat kunjungan wisata menurun cukup drastis.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti menyatakan telah menerjunkan tim survei penataan kawasan pantai. Tim juga telah mendatangi calon lahan relokasi untuk pedagang. Area relokasi menempati sultanaat grond (SG) di kawasan Pantai Sepanjang. Dia berharap, upaya penataan kawasan pesisir mendapat dukungan semua pihak. Termasuk warga pesisir maupun pengelola wisata. Dengan demikian pengelolaan wisata bahari ke depan lebih tertata, nyaman, dan aman dikunjungi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, hingga kemarin belum bisa menghitung total nilai kerugian akibat gelombang pasang beberapa waktu lalu. “Kami masih fokus penanganan pasca gelombang tinggi. Agar kawasan pantai aman dan nyaman dikunjungi wisatawan,” katanya. (gun/yog/fn)