SLEMAN – PSS Sleman tidak mau berlama-lama meratapi kekalahan atas saudara tuanya PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA) Sabtu (26/7). PSS Sleman, langsung memfokuskan diri, pada laga melawan Persiwa Wamena yang rencananya digelar di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, Senin (30/7).

Meski mengalami kekalahan dilaga terakhir, skuad Super Elja (Elang Jawa,red), masih memiliki peluang besar menutup putaran pertama Grup Timur Liga 2 berada di puncak klasemen. Pasalnya, selisih nilai antara PSS Sleman dengan pemuncak klasemen Madura FC hanya berselisih satu poin saja. Melihat kondisi Persiwa Wamena saat ini, berada di dasar klasemen, di atas kerta Syamsul Chaeruddin cs bisa mengamankan laga dari away terakhir diputaran pertama.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengatakan, skuad harus bisa melupakan kekalahan pada laga away. Sebab lawan yang dihadapi, tidaklah mudah meski berada didasar klasemen. “Kita sudah pikirkan laga melawan Persiwa,” kata Seto.

Dikatakan Seto, timnya telah mengambil pelajaran berharga atas laga terakhir di SSA. Meski timnya bermain cukup baik sepanjang jalannya laga, namun sejumlah kesalahan fatal, menurutnya bisa berdampak pada hasil akhir.

“Seperti pelanggaran Tolle (Hisyam Tolle.red) tidak perlu terjadi,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pada pertandingan di SSA, PSS Sleman harus menerima kekalahan ketiganya diputaran pertama Grup Timur Liga Indonesia. Kekalahan itu terjadi setelah kapten PSS diusir keluar oleh pengadil lapangan hijau.

Kartu merah tersebut, sebenarnya tidak perlu terjadi karena bola sebenarya pada zona aman dari pengejaran Ismail Haris. Beruntung, kekalahan tersebut tidak merubah susunan klasemen diposisi puncak dan runner. Sebab dipertandingan lain pemuncak klasemen Madura FC secara mengejutkan dikalahkan tuan rumah PS Mojokerto Putra tiga gol tanpa balas. (bhn/fn)