(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

SLEMAN – Peredaran narkoba seolah tak pernah ada ujung pangkalnya. Meski telah sering digagalkan aparat penegak hukum, upaya penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang masih saja terjadi. Baik lewat penerbangan internasional di Bandara Adisutjipto, jual beli online, maupun dikirimkan lewat jasa paket. Yang terbaru adalah penyelundupan sabu seberat 1,108 kilogram oleh seorang warga negara Thailand berinisial SSA,30.

Lagi-lagi Bandara Adisutjipto menjadi pintu gerbang peredaran barang haram itu dari luar negeri. Penyelundupan sabu senilai kurang lebih Rp 2,77 miliar dilakukan SSA Minggu (22/7). SSA terbang dari Singapura menuju Jogjakarta menggunakan pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI 152 dan mendarat di Bandara Adisutjipto sekitar pukul 17.00. Sabu disembunyikan di ruang palsu dalam tas SSA. “Selain tingkah laku SSA mencurigakan, sabu terdeteksi X-ray bandara,” ungkap Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJCB) Kementerian Keuangan RI Wijayanta di Kanwil Ditjen Pajak (DJP) DIJ Jumat (27/7).

Menurut Wijayanta, sabu yang diselundupkan SSA tergolong murni. Taksiran harganya mencapai Rp 2 juta – Rp 2,5 juta per gramnya. Wijayanta mengatakan, sejauh ini DJBC Kemenkeu RI telah menggagalkan 243 upaya penyelundupan narkotika. Total barang bukti disita seberat 3,764 ton. Paling banyak jenis sabu. Adapun 115 penindakan dilakukan di bandara (penyelundupan jalur udara), 95 paket pos, dan 27 lewat jalur laut. “Total 248 orang kami tangkap, 77 persen di antaranya warga negara Indonesia,” bebernya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jawa Tengah dan DIJ Sucipto menambahkan, kecurigaan terhadap SAA muncul sebelum perempuan itu bertolak ke Jogjakarta. Berawal ketika petugas menginventarisasi seluruh penumpang Silk Air MI 152. Dengan gerak cepat petugas menyelidiki rekam jejak SSA di negara asalnya. Kecurigaan petugas pun terbukti. “Modusnya tergolong lama. Dengan menyisipkan (sabu, Red) di tas bawaan,” katanya.

Dari pemeriksaan sementara, SSA berencana transit di Jogjakarta selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali Selasa (24/7). Itu berdasarkan invoice tiket pesawat.

“Begitu sampai (Bandara Adisutjipto, Red) Minggu (22/7) langsung kami tangkap. Terbukti SSA membawa sabu lebih dari satu kilogram,” ujar Sucipto.
KPPBC Jawa Tengah dan DIJ berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ untuk mengungkap jaringan utama pemasok sabu di Indonesia.

Kabid Pemberantasan BNNP DIJ AKBP Sudaryoko mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai hal itu. Kendati demikian, Sudaryoko memastikan jaringan sindikat yang terlibat penyelundupan sabu yang dibawa SSA tergolong besar. Terlebih sasaran peredaraannya adalah Bali, yang notabene menjadi jujukan turis-turis asing untuk liburan.

“Tes urine SAA negatif. Soal jaringannya masih kami selidiki,” katanya.
Sudaryoko meyakini, paket tersebut akan dipecah dalam ukuran kecil-kecil untuk diedarkan lagi. (dwi/yog/fn)