SLEMAN – Seorang penonton tewas dan sembilan remaja mengalami luka-luka. Itulah salah satu dampak buruk dari pertandingan derby PSIM menjamu PSS Sleman Kamis (26/7). Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka masih berusia belasan tahun. Kendati belum dapat dipastikan mereka anggota salah satu suporter atau bukan, tiga di antaranya merupakan warga Kota Jogja. Yaitu, Th, B, dan R. Empat lainnya warga Bantul. Yaitu, U, M, G, dan Y. Sedangkan dua lainnya, yaitu F dan A warga Sleman dan Klaten.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto menegaskan, kepolisian telah melakukan pengamanan dengan maksimal. Itu ditandai dengan banyaknya suporter yang digiring ke Mako Brimob Gondowulung usai pertandingan. Mereka diduga membawa senjata tajam. Kendati pemeriksaan tak membuahkan hasil, kepolisian menemukan berbagai benda berbahaya di dekat mako. Seperti tongkat, gir dan senjata tajam. Berbagai benda ini diduga sengaja dibuang.
”Pemeriksaan juga untuk memecah konsentrasi,” jelas Yuliyanto sekaligus menepis kabar bahwa pemeriksaan bertujuan untuk mencari rombongan yang merusak dua unit truk Polda DIJ Jumat (27/7).

Dikatakan, usai pemeriksaan satu per satu suporter diizinkan pulang. Tak ada satu pun yang ditahan.

Khusus pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang suporter bernama Iqbal Setiawan, Yuli, sapaannya menegaskan bahwa kepolisian telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Karena itu, Yuli meminta pelaku segera menyerahkan diri.

”Kami juga mengantongi pelaku yang merusak fasilitas umum,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, warga Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon tersebut tewas setelah dikeroyok. Siswa kelas XI SMKN 1 Pleret ini mengalami patah leher.

Sementara itu, Kepala Seksi Layanan Pendidikan Balai Pendidikan Menengah Kota Jogja Ngatini menyebut ada 1.100 pelajar yang membolos saat derby Mataram. Mereka dari 13 SMA/SMK negeri dan swasta.

”Pamitnya sekolah tapi pergi ke stadion,” kata Ngatini menengarai bahwa seribuan siswa ini telah membawa jersey dari rumah.

Berdasar pengalamannya, banyaknya siswa yang membolos terjadi baru kali ini. Mereka tidak membolos ketika PSIM menjamu kesebelasan lain. (dwi/cr5/zam/fn)