JOGJA – Para skuad PSIM Jogja tak punya waktu banyak berpuas diri pasca memenangi laga derby 1-0 melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung (SSA) Kamis (26/7). Sehari setelah laga, Hendika Arga dkk langsung menggelar latihan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Praktis Laskar Mataram hanya memiliki tiga hari efektif untuk mempersiapkan diri dalam laga away ke Blitar United pada Senin (30/7) nanti. Laga melawan Blitar United menjadi laga pamungkas PSIM dalam mengarungi putaran pertama Liga 2.

“Kami langsung menggelar latihan, tetapi tidak begitu berat lebih pada taktikal bermain,” kata pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak Jumat (27/7).

Ya, meski menang melawan saudara muda mereka PSS Sleman, Bona mencatat masih terdapat sejumlah catatan dalam cara bermain timnya. Terutama dalam organisasi penyerangan yang dinilai kurang bersabar sehingga tampak kesulitan membongkar pertahanan tim tamu kala itu.

“Sambil kita asah lagi cara pemain untuk menciptakan gol,” jelasnya.

Harus diakui, bertanding melawan skuad asuhan Bonggo Pribadi tidaklah mudah apalagi, Blitar United terkenal dengan organisasi pertahanan yang cukup baik. Itu terbukti, ketika Blitar mampu menahan gempuran skuad Super Elja pada akhir pekal lalu. Meski kalah, selisih bola yang diterima tidak terlalu besar.

“Nanti juga kita akan drill finishing serta pemanfataan bola-bola mati,” jelas bintang PSMS Medan diera 90an.

Saat ini, PSIM Jogja berada diperingkat tujuh klasemen dengan nilai 12. Dengan raihan angka penuh yang diraih saat melawan Blitar United, tim parang biru perotensi melesat ke posisi 5 klasemen sementara Liga 2.

Sementara itu Ketua Umum PSIM Jogja Agung Kusumandaru mengatakan, dengan melihat tren positif PSIM saat ini, bukan tidak mungkin target awal bertahan di Liga 2, ditingkatkan dengan berada di empat besar. Apalagi, PSIM Jogja memulai kompetisi dengan minus 9.

“Sekarang cari aman dulu bertahan di Liga 2. Bila grafiknya bagus, empat besar merupakan capaian yang baik,” jelasnya. (bhn/fn)