MUNGKID – Memenuhi undangan Pemkab Magelang untuk koordinasi melambungnya harga daging ayam di pasaran, puluhan pedagang menggeruduk Kantor Setda. Dinas Peternakan dan Perikanan (Dipeterikan) sebenarnya hanya mengundang perwakilan pedagang dan peternak 10 orang, tetapi faktanya puluhan pedagang yang datang.

Mereka tidak hanya datang dari Kabupaten Magelang saja, tetapi juga dari Kabupaten Temanggung. Intnya, para bakul dan peternak ayam itu ingin mengadu dan mengeluh karena harga ayam potong di Magelang dan sekitarnya tidak kunjung turun.

“Perwakilan kami sudah masuk ke dalam untuk melakukan audensi dengan Pemkab Magelang dan kami menunggu hasilnya di sini,” kata Nurhabib, pedagang ayam asal Temanggung, kemarin.

Kedatangan mereka cukup menarik perhatian. Karena para pedagang masih membawa pikap berisi keranjang ayam dengan baunya yang khas. Kendaraan itu kemudian di parkir di depan halaman pemkab. “Memang kami datang dari pasar langsung ke sini,” ungkap pedagang lainnya, M. Ruri.

Dijelaskan Panut S, pedagang ayam besar dari Temanggung, salah satu faktor kenaikan harga ayam diduga karena waktu produksi ayam siap potong mundur dari jadwal seharusnya. Ditambah kenaikan harga pakan ayam.

“Informasi yang kami dapat hal ini karena vaksin obat untuk ayam potong dibatasi oleh pabrik yang mengeluarkan, sehingga ayam yang harusnya 40 hari siap potong ini jadi mundur,” jelasnya.

Banyaknya pedagang, kebanyakan kalangan supplier, membuat Polres Magelang menurunkan anggotanya. Mereka dipimpin Kasat Sabhara AKP Bambang S SH dan Kapolsek Blabak AKP Supriyono. Petugas melakukan pengamanan aksi dan menjaga agar tetap tertib.

Usai rapat koordinasi, Kepala Dispeterikan Sri Hartini berharap persediaan ayam pedaging kembali normal dalam seminggu ini. Peternak akan diminta segera menjual ayam potongnya yang sudah cukup umur maupun bobotnya, sehingga ada keseimbangan antara penawaran dan permintaan. “Kalau sudah seimbang, harapannya harga bisa terkoreksi,” ujar Sri. (dem/laz/fn)