JOGJA-Sebagai sekolah jesuit SMA Kolese de Britto menjadi salah satu contoh perwujudan keberagaman. Bagaimana tidak, sekolah ini membuka kelas untuk lima iman atau kepercayaan. Istimewanya lagi, sekolah ini juga mempunyai 714 siswa yang berasal dari 219 SMP di 95 kabupaten se-Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Paguyuban Alumni SMA Kolese de Britto Jogjakarta, kembali menggelar seminar nasional bertajuk Harmoni Dalam Keberagaman di Grand Ballroom Hotel Tentrem Kamis (26/7).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang hadir sebagai keynote speaker di seminar tersebut mengatakan, apa yang dilakukan SMA Kolese de Britto ini sangat bagus. Sebab, sekolah ini juga sering membahas berbagai isu strategis setiap tahunnya. Contohnya keberagaman.

“Saya kira harus didukung dari semua pihak untuk menghargai harmoni keanekaragaman itu sendiri” jelasnya dihadapan 400 tamu undangan.

Dia juga mengapresiasi sekolah yang mampu menghargai keberagaman dan keistimewaan masing-masing individu di lingkungan sekolah. Menurutnya, salah satu dari kelemahan sistem saat ini di antaranya mengabaikan keistimewaan tiap individu.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ikut menjadi pemateri. Menurutnya, yang menggangu indahnya keberagaman antara lain adalah warga yang mempunyai pandangan ekstrem. Terjadinya radikalisme akhir-akhir ini lantaran adanya kesenjangan sosial dan hukum yang kemudian ditumpangi ideologi menyimpang.

“Indonesia dibangun dari kebersamaan dan keberbedaan. Keberagaman itu diciptakan oleh Tuhan. Aneh jika ada orang yang tidak mau berbeda, dan memaksakan agar orang lain ikut dengan dirinya,” paparnya.

Presiden Alumni SMA Kolese De Britto Toni Prasetiantono turut menyampaikan, tema Harmoni dalam Keberagaman dipilih karena menjadi tugas bersama untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap berwarna. Aneka suku dan budaya yang berpadu dengan keindahan alamnya, harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus bangsa.

“Salah satu tugas kita adalah menjaga segala keanekaragaman itu agar tetap harmonis,” imbuhnya. (ita/zam/fn)