SLEMAN – Seorang pengedar uang palsu di kawasan Moyudan terjun ke Sungai Progo Kamis (26/7). Aksi tersebut dilakukan karena pria yang belum diketahui namanya tersebut dikejar-kejar warga yang tertipu aksi pemalsuan uangnya.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DIJ turun tangan mencari pria tersebut. Humas Basarnas DIJ Pipit Eriyanto mendapatkan laporan pukul 13.45 untuk membantu pencarian dan evakuasi.

“Mendapatkan laporan dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Polsek Moyudan. Kami diminta mencari dan evakuasi. Katanya pengedar uang palsu yang dikejar-kejar warga dan nekat lompat ke sungai. Hingga pukul 17.30, pencarian masih nihil,” kata Pipit kemarin.

Dikatakan, aksi tersebut terjadi di Dusun Karangkemasan, Sumberrahayu, Moyudan. Basarnas DIJ menerjunkan satu tim beranggotakan delapan personel. Dilengkapi satu unit truk personil, satu unit perahu karet, dua set alat selam dan peralatan water rescue lainnya.

Pencarian menyisir hingga dua kilometer menuju selatan. Berdasarkan perhitungan Basarnas DIJ, kedalaman sungai tempat pria tersebut melompat lima meter. Sementara titik terdalam Sungai Progo 10 meter.

“Belum ada tanda-tanda pria tersebut tenggelam atau menyelamatkan diri. Tapi helm milik pria tersebut ditemukan,” ujarnya.

Sepeda motor milik terduga ditemukan di pinggir Progo. Berdasarkan keterangan saksi, sempat ada teriakan minta tolong. Namun warga yang mayoritas bekerja sebagai penambang pasir tidak berani menolong.
“Posisinya ada di lokasi sungai yang dalam. Ditambah arus sungai deras saat pria itu tenggelam,” kata saksi tersebut.

Pencarian dihentikan pukul 17.30 karena kondisi gelap. Mengoptimalkan pencarian, Basarnas DIJ melanjutkan pencarian hari ini. Akan ada penambahan tim evakuasi menjadi dua tim penyelam.

Kapolsek Moyudan AKP Handiko membenarkan kasus tersebut. “Dugaan awal memang (pria tersebut) pengedar uang palsu. Masih kami selidiki,” katanya. (dwi/iwa/fn)