BANTUL – Seabrek pekerjaan menanti Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul. Di antaranya adalah meningkatkan kapasitas pengelola tempat pembuangan sampah sementara di kawasan objek wisata (obwis). Sebab, berbagai sampah yang berasal dari kawasan obwis selama ini hanya ditumpuk sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Tanpa dipilah terlebih dahulu.

Parmanto, seorang petugas kebersihan di Pantai Parangtritis mengungkapkan, petugas hanya bertugas membersihkan kawasan pantai. Berbagai jenis sampah kemudian dikumpulkan di salah satu lokasi sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

”Pemilahan biasanya dilakukan komunitas pengolah sampah,” jelas Tarmanto Kamis (26/7).

Dia mencatat, setidaknya ada 30 petugas kebersihan di kawasan Pantai Parangtritis. Mereka terbagi dalam empat kelompok. Setiap hari mereka membersihkan seluruh kawasan pantai.

”Sampah diambil setiap hari. Biasanya tiga hingga empat truk,” sebutnya.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo berkomitmen bakal memperbaiki pengelolaan sampah di kawasan obwis. Namun, Kwin, sapaannya mengaku dinasnya tidak dapat sendirian. Butuh bantuan Dinas Lingkungan Hidup.

”Semuanya masih dalam proses,” tuturnya.

Kendati begitu, Kwin menekankan, ada beberapa kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang serius menangani pengelolaan sampah. Tidak hanya membersihkan obwis, mereka juga mengolah dan memanfaatkan sampah. Disulap menjadi berbagai kerajinan tangan.

”Ke depan kami akan menggarap sampah kelapa yang menumpuk di obwis pantai,” tambahnya. (cr6/zam/fn)