MAGELANG–Raihan tiga poin saat menjamu Persak Kebumen dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 2018 Jawa Tengah, mengantar PPSM Magelang Junior menjadi capolista Grup 4.

Kekhawatiran tidak terbiasa karena pertandingan harus dimainkan malam hari di Stadion H Moch Soebroto Kota Magelang, tidak terbukti. Laskar Macan Tidar Muda- julukan PPSM Magelang Junior membekap Pasukan Walet Mas Junior- julukan Persak Kebumen dengan skor 1-0, yang dicetak tendangan Nur Ridho Fauzan dari titik pinalti pada menit ke-32, Rabu malam (25/7).

Meraih kemenangan dan menjadi pemuncak klasemen, bukan berarti Macan Tidar Muda tidak punya masalah. Mereka harus segera membenahi stamina, kalau ingin lolos ke babak selanjutnya. Karena hal tersebut sangat terlihat njomplang antara babak pertama dan kedua. ”Ini sudah menjadi agenda kami untuk perbaikan. Apalagi dalam turnamen ini kami main dua kali dalam seminggu,” kata Asisten Pelatih PPSM Junior Deddy S.

Dari sisi permainan, pemain PPSM masih terlihat naik turun. Bagus dalam tiga pertandingan awal dan mampu meraih lima poin dari satu home dan dua away, tidak terlihat dalam laga melawan Persak. Sama-sama menempatkan empat pemain, tetapi lini tengah PPSM kalah dalam mengalirkan bola dar belakang ke depan. Beberapa kali, gawang tuan rumah yang dijaga Ahmad Nashruddin justru terancam serangan lawan.

Untung, Persak tidak memiliki goal getter yang mumpuni. Sehingga serangan-serangan tersebut mentah di lini belakang PPSM yang dikomandani Irzal Wiedy Kurnia. Tetapi penyerang-penyerang Macan Tidar juga tidak mampu banyak mengancam gawang lawan, yang dijaga Yusuf Hanafi.

Pada menit ke-32 Winger PPSM Klasobo Bandhu Aji, berhasil lolos jebakan offside dan sempat tinggal berhadapan dengan kiper. Tetapi dia terlambat menendang bola, sehingga sempat dijatuhkan oleh Yusuf yang berbuah pinalti dan kartu kuning buat penjaga gawang lawan. Nur Ridho yang menjadi eksekutor pinalti, berhasil menuntaskan tugasnya dan membuat skor 1-0 untuk tuan rumah.

Pelatih PPSM Junior Ari Mustiantoro merasa cukup puas. Pria yang akrab disapa Dandung ini mengaku dari sisi teknis permainan anak-anak asuhnya tidak cukup baik. Masih ada rasa grogi dari para pemainnya, apalagi untuk pertama kali main di malam hari.“Mainnya kurang enjoy, mungkin gugup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti permainan timnya yang masih terlalu lama menahan bola. Sehingga, aliran bola dari satu lini ke lini lainnya kurang lancar. Termasuk kondisi fisik yang tidak seprima saat menghadapi PSISra Sragen dan PSIK Klaten.“Terlihat kedodoran, terutama di babak kedua yang banyak pemain mengalami kram,” ungkapnya.

Manajer Persak Kebumen, Ali Muin menyebutkan, timnya kurang beruntung. Hal tersebut tidak lepas penyelesaian akhir yang jeblok, meski tampil menyerang dan punya banyak kesempatan. Bahkan harus kebobolan melalui tendangan pinalti.“Anak-anak bermain luar biasa, terus menyerang. Setiap kali bermain tandang selalu menyerang, termasuk saat menghadapi Persis Solo. Tapi, itulah sepak bola, kami kalah,” tandasnya. (dem/din/fn)