GUNUNGKIDUL – Penjual ayam potong di Pasar Argosari, Wonosari mengeluh. Itu lantaran persoalan menghilangnya daging ayam belum sepenuhnya teratasi. Hingga sekarang stok daging ayam potong sangat terbatas, sehingga harganya masih mahal.

Wasiyanti, seorang penjual daging ayam mengakui bahwa harga ayam potong saat ini Rp 42 ribu per kilogram. Alias turun Rp 5000 per kilogram dibanding dengan empat hari lalu. Namun, penurunan harga masih jauh dari harga normal yang berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram.

”Sehingga daya beli masih rendah,” jelas Wasiyanti Kamis (26/7).

Dia tak menampik sejumlah pelanggannya tetap membeli daging ayam potong. Namun, mereka mengurangi nilai pembelian. Bahkan, di antara pelanggannya ada yang beralih membeli komoditas lain seperti daging sapi atau ikan laut.
”Mereka menunggu sampai harganya normal,” ucap Wasiyanti menyebut bahwa sejak beberapa hari terakhir hanya mendapatkan pasokan daging ayam 50 kilogram perhari.

Para pemilik rumah makan yang biasa membeli ayam potong di Pasar Argosari juga mengeluhkan hal serupa. Salah satunya, Bayu Prihatanto. Dia memilih mengurangi ukuran daging ayam. Itu untuk mengurangi kerugian.
“Mau gimana lagi. Jualan harus tetap jalan,” katanya.

Menurutnya, sejumlah pemilik warung makan juga melakukan hal serupa. Agar mereka tak menaikkan harga. Sebab, upaya menaikkan harga justru dapat berdampak sepinya pembeli.

“Pelanggan malah menjauh. Jadi ya satu-satunya cara begini,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Suryanto berjanji akan segera mencari solusi. Pemkab juga koordinasi dengan Pemprov DIJ untuk menuntaskan persoalan ini.

“Meski persoalan ini (daging ayam potong mahal) merata,” katanya. (gun/zam/fn)