JOGJA – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bethesda Yakkum Jogjakarta menggelar joint summer program. Acara ini bertajuk The Importance of Water Sustainability.
Acara digelar pada 15-24 Juli 2018. Diikuti peserta dari lima negara. Rinciannya, delapan orang dari Saint Paul University Filipina, dan lima dari Chang Jung Christian University Taiwan.

Dua orang dari Hanseo University Korea Selatan, dan dua orang dari Christ University India. Lima orang dari UKDW, dan lima orang dari STIKES Bethesda.

“Selain kuliah, peserta diajak belajar mengolah air hujan menjadi air minum melalui Workshop on Water Sustainability di Laboratorium Hujan Romo V. Kirjito Muntilan,” ujar Kepala Biro Kerjasama dan Relasi Publik UKDW Arida Susyetina (25/7).

Mereka juga belajar tari dan gamelan di Padepokan Seni Tjipta Boedaja. Tinggal di rumah penduduk selama tiga hari dua malam mengenal kearifan lokal.
“Kami ingin tunjukkan toleransi antarumat beragama. Mereka belajar tentang kerukunan beragama, serta menyikapi isu intoleransi dan radikalisme,” kata Arida.

Kegiatan dibuka Rektor UKDW Henry Feriadi. Dia didampingi Ketua STIKES Bethesda Vivi Retno Intening di STIKES Bethesda, Senin (16/7).

“Peserta belajar tentang water sustainability, keragaman budaya di UKDW dan STIKES Bethesda. Serta mengenal kearifan lokal,” kata Henry.

Vivi mengatakan kegiatan tersebut memberi kesempatan mahasiswa lintas negara hidup dan belajar bersama. “Mempromosikan bahasa, budaya, dan lingkungan hidup di Indonesia,” kata Vivi. (ita/iwa/fn)