GUNUNGKIDUL – Terbentuknya Asosiasi Perajin Batik Gunungkidul (Aspetig) Handayani beberapa waktu lalu membawa angin segar bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kini, mereka tidak lagi merasa dianaktirikan pemerintah.

Ketua Aspetig Handayani menceritakan, dahulu hanya UMKM tertentu yang rutin mengikuti pameran dinas. Padahal, tidak sedikit UMKM di Bumi Handayani yang ingin ikut mempromosikan produknya melalui pameran.
”Dalam setahun satu dinas rata-rata bisa menggelar dua kali pameran,” jelasnya.

Dengan terbentuknya Aspetig, dia memastikan hal serupa tak akan terulang. Seluruh UMKM secara bergiliran bakal mengikuti pameran. Agar setiap pelaku UMKM dapat mempromosikan produk-produk unggulannya.

”Saat ini ada 25 UMKM yang tergabung,” sebutnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul Widagdo pembentukan Aspetig sebagai upaya untuk menjaga eksistensi batik lokal. Apa lagi, sebagian pengrajin membutuhkan wadah untuk sekadar berbagi pengetahuan.

”Persaingan harga juga sehat,” kata Widagdo menambahkan bahwa Aspetik dibentuk Selasa (24/7). Bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi 2018.
Bupati Gunungkidul Badingah berkomitmen menjaga sinergitas dengan seluruh pelaku UMKM. Terutama yang tergabung dalam Aspetig.

”Karena UMKM terbukti sukses menjadi roda perekonomian masyarakat,” tambahnya. (gun/zam/fn)