GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul terus menggenjot produksi padi. Kendati hasil produksi padi tahun ini diperkirakan surplus, pemkab tetap berencana memperluas area pertanian subur. Caranya dengan mengoptimalkan lahan kering. Mengingat, lahan kering di Bumi Handayani saat ini sangat luas. Mencapai 42 ribu hektare.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto, pengoptimalan lahan kering dilakukan secara bertahap. Tahun ini, misalnya, 1.756 hektare lahan kering ditargetkan berhasil diubah menjadi sawah.

”Tapi saat ini progres LTT (luas tambah tanam) tahun ini baru mencapai 40 persen,” kata Bambang saat dihubungi Rabu (25/7).

Ada beragam cara untuk mendukung upaya ini. Di antaranya dengan memaksimalkan saluran irigasi. Menurutnya, pemkab juga bakal memberikan beragam bantuan peralatan kepada para petani.

”Juga benih. Seperti benih padi dan jagung,” ucapnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Fajar Ridwan menyebut lokasi LTT tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain, Patuk, Ponjong, Semin, Karangmojo, dan Playen. Dengan upaya ini, Fajar optimistis jumlah lahan yang dapat ditanami padi tiga kali dalam setahun bertambah.

”Saat ini ada 7.865 hektare yang bisa ditanami padi tiga kali,” kata Fajar menyebut hasil produksi gabah kering giling tahun ini diperkirakan mencapai 301.926 ton.

Suparjono, seorang petani menyarankan target LTT harus dibarengi dengan pendampingan. Agar program ini tak sekadar slogan.

”Sehingga petani bisa merasakan hasilnya,” kata petani dari Desa Bejiharjo, Karangmojo ini. (gun/zam/fn)