Secara global mahasiswa program studi Sistem Informasi (SI) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Akakom Jogjakarta punya prospek kerja yang begitu luas. Ini karena implementasi ilmunya dilakukan secara lebih nyata. Mahasiswa dilatih mengimplementasikan solusi yang berkaitan dengan IT bagi organisasi yang menggunakan teknologi informasi masa kini.

Untuk mewujudkannya, mahasiswa harus punya wawasan yang lebih maju. Selain itu penguasaan IT juga harus mumpuni. Juga ditunjang dengan penguasaan sistem bisnis. “Mahasiswa harus bisa mengemas dan menyusun sistem,” ujar Ketua Prodi SI STMIK Akakom Jogjakarta Debora Kurniawati kepada Radar Kampus di ruangannya, Rabu (25/7).

Dari sistem pembelajaran ini mahasiswa nantinya dapat memberikan solusi terhadap masalah-masalah organisasi yang berhubungan langsung dengan IT. Kelanjutannya, mahasiswa dilatih lewat proyek-proyek aplikasi, baik secara mandiri maupun berkelompok.

Ciri khas SI STMIK Akakom yang membedakan dengan perguruan tinggi lain yaitu selain mengimplementasikan sistem, juga kemampuan pemrograman mobile. Lulusan SI perguruan tinggi ini juga dibekali dengan sertifikasi. Selain itu juga kegiatan yang sifatnya untuk pengembangan diri.

Dalam hal ini, kampus bekerjasama dengan NI IT dari India. Jadi setelah lulus mereka sudah mengantongi sertifikat internasional. Sertifikat menandakan lulusan punya spesifikasi lebih baik agar lebih mudah ketika berkarir. “Sertifikat sebagai bekal lebih selain ijazah. Ujian sertifikasinya dilakukan sebelum lulus,” tegas Debi, sapaannya.

Mahasiswa dibekali mata kuliah pilihan untuk menunjang peminatan mereka. Yaitu mata kuliah-kuliah pemrogranan, baik mobile maupun cloud, dan akuntansi serta manajemen bisnis. Setelah lulus, mahasiswa SI STMIK Akakom sudah bisa membuat website.

“Kemampuan progamming harus jalan. Alhamdulillah peminatnya meningkat terus dari tahun ke tahun. Bahkan tahun ini kami membuka kelas khusus pegawai,” tegasnya.

Menurutnya, dunia IT punya tantangan yang sangat besar. Perkembangannya pun kian cepat, sehingga mahasiswa harus punya konsep dasar IT yang baik.
Dalam waktu dekat prodi SI STMIK Akakom akan meninjau kembali kurikulum yang sudah ada. “Kalau konsep dan implementasi sistem informasinya sudah mapan, maka mahasiswa harus bisa menganalisa data,” jelasnya. (ega/laz/fn)