SLEMAN – Pelemparan batu yang menimpa bocah berumur setahun, Faliqatul, mendapat perhatian polisi. Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto memastikan polisi akan melacak sang pelempar batu.

Faliqatul mengalami retak pada tengkorak bagian belakang. Yuliyanto memastikan Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim akan berusaha keras menangkap pelaku.

“Kami akan mengoptimalkan Tim Anti Kejahatan Jalanan yang dibentuk selama Asian Games berlangsung. (Kasus ini) masih dalam penyelidikan,” kata Yuliyanto Rabu (25/7).

Polda DIJ meminta pihak terkait untuk memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU). Aksi kejahatan bias berawal dari minimnya LPJU.

Kapolres Sleman pada 2016 tersebut juga menyarankan instansi terkait memasang closed circuit television (CCTV). Setidaknya mampu memantau pergerakan kendaraan dan pengemudinya serta memantau aksi kejahatan.

“Paling tidak di setiap lokasi yang krusial dipasang CCTV. Jadi polisi bisa mengetahui siapa yang lewat dan ke arah mana larinya. Ruas jalan tersebut (Tempel Seyegan) memang sepi dan gelap kalau malam, butuh penerangan jalan,” kata Yuliyanto.

Dia mengapresiasi pemasangan CCTV oleh warga. Terutama pemilik toko di sepanjang jalan. Tidak sedikit kasus kejahatan terpecahkan karena adanya CCTV warga. Contohnya aksi pelemparan batu di Godean Januari 2018.
“Cukup membantu dengan adanya CCTV toko yang mengarah ke jalan. Selain antisipasi aksi kriminalitas yang menyasar toko juga bisa mengawasi jalan,” ujarnya.

Faliqatul, putra bungsu pasangan M Ridwan, 30, dan Amalia, 30, menjadi korban pelemparan batu, Minggu malam (22/7). Sesampai di jalan Gendol Tempel mobil yang dikemudikan Ridwan dilempar batu kawanan pesepeda motor.

Sempat dibawa ke RSUD Sleman, Faliqatul menjalani operasi di RSUP Dr Sardjito. “Doakan semoga keadaan anak saya cepat membaik,” kata Ridwan. (dwi/iwa/fn)