BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIJ memprediksi gelombang tinggi di selatan DIJ masih akan terjadi hingga 1 Agustus mendatang. Stasiun Klimatologi BMKG DIJ mencatat ketinggian gelombang Rabu (25/7) mencapai tujuh meter.

“Mulai besok mulai berkurang mungkin di level empat. Tapi kemungkinan akan naik lagi hingga lima meter ,” jelas prakirawan BMKG Sigit Hadi Prakosa.
Kepala Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dengan mengurangi aktivitas di pantai. Nelayan dilarang melaut dan wisatawan dilarang mendekati pantai.

“Masyarakat perlu mengamankan barang-barang yang kemungkinan akan hanyut dengan gelombang,” tuturnya.

Biwara menilai, fenomena gelombang tinggi menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menata kembali kawasan pesisir selatan. Terutama warung-warung makan yang berada di zona larangan kawasan sempadan pantai.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gunugnkidul Asti Wijayati menyatakan, rencana pembenahan kawasan pesisir selatan menunggu data terakhir dampak gelombang tinggi.

“Selalu ada berkah di balik musibah. Peristiwa ini (gelombang tinggi, Red) menjadi pintu masuk penataan ulang seluruh kawasan pantai yang selama ini sulit ditata,” ujarnya.

Asti mengklaim telah mendapat dukungan dari semua pihak terkait. Termasuk warga pesisir, pengelola objek wisata, hingga organisasi perangkat daerah yang bersinggungan dengan penataan kawasan pantai. (tif/gun/yog/fn)