SLEMAN – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian khusus Pemkab Sleman. Gerakan Satu Desa Satu PAUD pun sudah terwujud di Sleman.
Kepala Pembinaan PAUD dan Masyarakat Disdik Sleman Eko Suharyono mengatakan jumlah PAUD di Sleman mencapai ribuan. “PAUD ada hampir di semua padukuhan. Sudah melebihi target pemerintah Pusat,” kata Eko.

Dia mengatakan hal tersebut di sela acara Gelar Kreativitas Anak Usia Dini Kabupaten Sleman. Diadakan di Gedung Serbaguna Sleman Rabu (25/7).
Eko mengatakan pihaknya berusaha meningkatkan kualitas PAUD. Mulai sarana dan prasarana serta tenaga pendidiknya. Hal itu sebagai upaya menciptakan Kabupaten Layak Anak.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada PAUD di 17 kecamatan. Bantuan tersebut meringankan biaya operasional PAUD.

“Biaya operasional yang seharusnya dibebankan kepada peserta didik dapat sedikit berkurang,” kata Eko.

Kepala Disdik Sleman Sri Wantini mengatakan pendidikan anak sangat penting. Pendidikan usia dini merupakan masa emas seorang anak berkembang pikirannya.

Wantini prihatin masih adanya anak yang lebih senang bermain gawai daripada membaca buku. Di depan 1.000 siswa PAUD dan orang tuanya yang hadir dalam Gelar Kreativitas Anak Usia Dini, Wantini mengingatkan pentingnya membaca.

Dia mengajak orang tua ikut Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernasbaku). Gerakan literasi ini sesuai tema acara tersebut. “Sehingga anak lebih suka membaca buku daripada gadget,” kata Wantini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Sumadi menyambut baik acara tersebut. Anak sekarang lebih mengenal artis luar negeri daripada budayanya sendiri.
“Salah satu langkah adalah promosi dan pengenalan sejak dini budaya dan seni kepada generasi muda,” jelas Sumadi.

Gelar Kreativitas Anak Usia Dini mengalami peningkatan peserta. Tahun ini partisipasi peserta sebanyak 1.000 anak. Tahun lalu hanya 800 peserta. (har/iwa/fn)