JOGJA – Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, suporter PSIM Jogja diminta mengenakan atribut berbau Laskar Mataram, pada laga melawan PSS Sleman. Langkah tersebut, dilakukan sebagai antisipasi adanya penyusup yang berpotensi mengacaukan pertandingan.

Imbauan itu disampaikan Plt Ketua Umum Maident Rendy Agung Prasetya menjelang laga. Dia mengimbau kepada para pendukung PSIM Jogja, untuk menggunakan atribut identik dengan PSIM Jogja maupun laskar dari kelompok supporter. “Bila tidak diindahkan, kami akan angkat tangan bila terjadi suatu hal,” tegasnya.

Ditegaskan, kelompok suporter menginginkan laga berjalan kondusif. Jangan sampai, laga ternodai oleh kericuhan, karena akan berdampak buruk bagi PSIM ke depan.

Di samping itu, sesuai kesepakatan kelompok suporter PSIM Jogja, dilarang mengadakan sweeping KTP. Sebab, pendukung PSIM Jogja, tidak hanya datang dari Kota Jogja saja. Penduduk Sleman pun selama ini cukup banyak menjadi pendukung setia Laskar Mataram. “Kebijakan tidak ada sweeping apapun,” jelasnya.

Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru mengapresiasi upaya kepolisian terutama Polda DIJ yang bersikeras membantu menyukseskan pertandingan. Menurut mantan Presiden Brajamusti itu jalan menuju perdamaian antar suporter memang memerlukan waktu. Namun dia berharap dengan bantuan aparat, jalannya pertandingan kedua tim, bisa berlangsung aman dalam waktu lama. “Jika suasana sudah biasa kondusif, kondisi derby akan menjadi baik,” jelasnya. (bhn/din/fn)