JOGJA – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) masih mengukuhkan diri sebagai rajanya basket antaruniversitas di region Jogja dan Jawa Tengah. Hal itu tampak setelah UAJY mengakhiri perlawanan Universitas Dian Nuswantoro Semarang ( Udinus) 69-55 dalam gelaran Liga Mahasiswa Central Java & Jogjakarta Converence 2018, Rabu ( 25/7).

DEFENSE: Udinus melakukan defense yang cukup ketat sejak awal saat melawan UAJT. (ABARAHAM GENTA BUWANA FOR RADAR JOGJA)

Meski begitu tim besutan Andika Bastian Kosasih itu sempat susah keluar dari tekanan pada menit-menit pertama. “Kami sempat tertinggal karena belum menemukan ritme bermain. Selain itu juga Udinus melakukan defense yang cukup ketat sejak awal. Jadi butuh waktu beradaptasi,” cerita Small Forward UAJY Dandung O`neal Pamungkas.

Strategi memperketat defense memang diterapkan oleh Udinus Semarang. Hal itu dituturkan oleh Head Coach Udinus Lukas Yulianto. Menurutnya, UAJY memang terkenal dengan permainan fast break dan memanfaatkan transisi lawan sebagai celah untuk mencetak poin.

Untuk menanggulangi itu Udinus berusaha untuk menurunkan tempo permainan atau cenderung bermain lambat memanfaatkan pola dalam mendulang poin.

“Kami tahu kalau UAJY itu full of speed. Tim mereka berisi pemain dengan kecepatan berlari yang tinggi. Maka kami redam dari awal. Kami defense full court 2-1-2 sejak awal, ternyata hasilnya cukup efektif,” terang Lukas Yulianto.

Memang Udinus unggul di quarter pertama dengan score 22-16. Skema bertahan mereka membuat UAJY sering turnover atau kehilangan bola. Tapi Lukas Yulianto mengakui bahwa kedalaman tim membuat Udinus harus mengakui keunggulan UAJY.

“Rotasi pemain UAJY rata. Hampir satu tim bisa bermain dengan baik. Mereka punya kedalaman tim lebih baik. Maka di quarter terakhir kami seperti kehilangan momentum. Hal ini wajar, karena stamina mereka terkuras habis sejak awal,” ujarnya.

Kemenangan UAJY Rabu malam itu dipersembahkan untuk Akbar Fitrah Nugraha, pemain bernomor punggung 3 , yang juga kapten tim UAJY. Akbar absen bermain di partai final karena beberapa hari sebelumnya sang Ayah meninggal dunia.

“Ada semangat tambahan untuk kami satu tim untuk Akbar. Dia adalah kapten yang selalu menopang tim. Dia berjuang untuk membagi waktu antara latihan dan menjaga sang Ayah. Kemenangan ini, adalah kemenangan bersama dan dipersembahkan untuk Akbar,””cerita Dandung.

Kemarin malam Dandung dan Avin Kurniawan menjadi pencetak poin terbanyak dengan mengumpulkan total 33 poin untuk UAJY. Sedangkan di kubu Udinus, Jeffry mencetak 10 poin dan Liem Indra 8 poin. Tim Putra UAJY menjadi Champion bersama dengan tim Putri Udinus yang mengalahkan tim putri UNS, 56-37. (ata/ila)