BANTUL- PS Tira secara meyakinkan membungkam tuan rumah Persiba Bantul 4-0 di ajang Piala Indonesia di Stadion Sultan Agung (SSA) Selasa (24/7). Dengan kemenangan tersebut, skuad The Young Warriors-julukan PS Tira otomatis mengamankan tiket 64 besar.

Duel beda kelas, sebagai tim yang sama-sama menghuni SSA ini, memang cukup kentara. Namun, skuad asuhan Nil Maizar harus bekerja keras untuk bisa membukukan empat gol yang keseluruhannya terjadi di babak kedua.
Di babak pertama, PS Tira yang menurunkan skuad pelapis, tampak kesulitan untuk bisa membongkar pertahanan Laskar Sultang Agung –julukan Persiba yang dikomandoi Slamet Widodo.Tuan rumah Persiba sebenarnya mampu mengimbangi gaya permainan dari PS Tira.

Setelah turun minum, barulah PS Tira mengendalikan pertandingan. Masuknya pemain tengah Pandi Ahmad Lestaluhu mampu mengubah jalannya pertandingan. Enam menit setelah peluit babak kedua ditiup, gelandang tengan Ahmad Nufiandani menciptakan gol pembuka (52’). Bola plesing pemain bernomor punggung 7 meluncur deras di tiang jauh gawang Faudzan Adzima.
Setelah gol pertama, skuad PS Tira semakin bernafsu untuk meningkatkan intensitas serangan. Dua menit setelahnya, bek Persiba, Kesuma Satria melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti. Striker yang jarang diturunkan, Sansan Fauji Husaeni, yang dipercaya sebagai algojo berhasil membawa keunggulan PS Tira menjadi 2-0.

Berikutnya, Ahmad Nufiandani memperbesar keunggulan PS Tira menjadi tiga gol memanfaatkan bola rebound, sontekan Sansan. Gelandang PS Tira lainnya, Firmansyah semakin membuat tuan rumah menderita setalah sepakannya di menit 71’ menambah keunggulan menjadi empat bola sekaligus menjadi gol pamungkas bagi tim tamu.

Meski menderita kekalahan, Pelatih Persiba Suwandi HS mengaku cukup puas atas penampilan timnya. Terutama di babak pertama. Menurutnya, anak asuhnya bisa bermain dengan penuh percaya diri. Sehingga bisa mengimbangi permainan lawan. ”Bukan persoalan fisik sebenarnya. Kami kebobolan akibat sering kehilangan bola karena para pemain mulai hilang rasa percaya diri. Terutama setelah gol pertama terjadi,” kata Suwandi.

Suwandi mengaku telah memprediksi bila timnya bakal kesulitan melawan tim yang secara kasta berada di atas Persiba. Hasil yang dicapai oleh timnya, dinilai tidak terlalu buruk, mengingat perdaan dua tingkat antara kedua tim. ” Secara hasil okelah. Ini menjadi pelajaran bagi skuad kami,” jelasnya.

Nil Maizar menyoroti skuadnya yang bermain buruk di babak pertama, sehingga kesulitan memanfaatkan peluang menjadi gol. Menurutnya, babak pertama skuad PS Tira bermain terlalu terburu-buru dan strategi perminan yang dijalankan menjadi tidak efektif. ”Jika bermain tidak benar, lawan siapapun kami akan kesulitan. Entah dari mana tim itu berasal,” jelasnya.

Nil Maizar yang akhirnya meraih kemenangan untuk yang pertama kali bersama PS Tira ini menekankan, di ajang Piala Indonesia, skuadnya akan selalu tampil maksimal. Ajang Piala Indonesia, bisa dimanfaatkan memaksimalkan pemain yang jarang tampil reguler di Liga 1. ”Setiap laga kami akan bermain maksimal,” tegasnya. (bhn/din/fn)