SLEMAN-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar pelatihan pelatih cabang olahraga atletik tingkat provinsi di Hotel UNY Senin (23/7).

Kegiatan ini sebagai implementasi program mencetak 100 ribu pelatih di tahun ini. Program tersebut sudah dijalankan sejak awal 2018 dan semakin difokuskan di pertengahan tahun sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Kemenpora Achmad Arsani menyampaikan, tidak hanya untuk Asian Games saja, pelatihan seperti ini juga untuk ajang olahraga lain. Sampai saat ini banyak pelatih dan atlet berpotensi, namun belum mendapatkan pelatihan secara maksimal.”Kalau mau punya altet yang bagus dan berprestasi otomatis harus punya pelatih yang berkualitas pula,”tegasnya.

Dikatakannya, program ini masih menemui beberapa kendala. DI antaranya waktu, tempat pelaksanaan, dan penyampaian materi pembinaan di daerah-daerah. Misalnya kendalanya kalau harus fokus pada 500 orang di satu wilayah misalnya kemasannya malah seperti kuliah umum, materi dan kurikulum juga perlu dievaluasi. Waktu dan tempat penyelenggaraan juga masih menjadi persoalan karena tidak bisa pelatihan ini hanya berlangsung dalam sehari.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut, Kemenpora juga menghadirkan pelatih atlet lari Lalu Muhammad Zohri, I Komang Budagama dan I Made Budiasa untuk memaparkan kisah sukses dan kiat-kiat menjadi pelatih cabang olahraga atletik.I Komang Budagama menyampaikan, yang perlu menjadi konsentrasi para pelatih adalah dalam proses pembibitan. Pelatih harus mengetahui parameter calon atlet yang dilalih. Menu latihan juga harus terprogram yang disesuaikan dengan usia atlet.

“Melatih memang bukan soal yang mudah, harus paham dulu metode pelatihan yang disesuaikan dengan usia, misal dalam pembibitan rata-rata usia anak-anak, mereka harus dilatih dengan menu latihan yang sesuai, tidak bisa keras setiap waktu, tetap ada momen bermainnya,” tutur pria asal Bali ini. Melalui pelatihan seperti ini, Komang berharap para pelatih dapat meningkatkan kualitasnya sehingga bisa mencetak atlet-atlet yang berpretasi. (ita/din/mg1)