JOGJA-Derby PSIM Jogja kontra PSS Sleman akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Kamis (26/7). Namun, karena keterbatasan kapasitas SSA, panpel PSIM Jogja tidak menyediakan kuota bagi suporter tim tamu. Karena itu, upaya menyatukan suporter PSIM Jogja dan PSS Sleman dalam laga sarat gengsi ini urung terlaksana.

Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa menjelaskan, setelah menerima masukan dari berbagai pihak, pihaknya harus memerhatikan kapasitas SSA yang hanya 17 ribu. Dipastikan, ini tidak memungkinkan untuk menampung besarnya animo kedua pendukung. ”Sampai saat ini saja pemesanan tiket dari suporter tuan rumah sudah hampir 70 persen. Sangat tidak memungkinkan memberikan kuota bagi suporter tamu,” kata Jarot dalam keterangannya di Wisma Soeratin Senin (23/7).

Sampai dengan h-4 sebelum pertandingan pemesanan tiket di tribun selatan mencapai 80 persen. Sementara di tribun utara mencapai 60 persen. Untuk tribun timur jumlahnya memang belum terdeteksi. Namun dia memprediksi, pada h-2 pemesanan tiket melalui wadah suporter PSIM mencapai maksimal sesuai dengan yang disediakan panpel yakni 17 ribu lembar tiket. ”Animo suporter sangat luar biasa, kami mohon maaf kepada tim tamu karena belum bisa mendukung timnya untuk datang ke stadion,” kata Jarot.

Meski begitu, Jarot berharap upaya silaturahmi untuk menghadirkan suporter tamu ke kandang PSIM Jogja bisa dilakukan saat Stadion Mandala Krida telah rampung. Dengan daya tampung yang ada, Mandala Krida sangat memungkinkan untuk menampung suporter jauh lebih besar. ”Derby sebenarnya tidak menakutkan. Derby itu hiburan dan silaturahm antar suporter. Cuma untuk saat ini memang tidak memungkinkan,” jelasnya.

Panitia Pelaksana Pertandingan PSIM Wendy Umar mengatakan, awalnya panpel ingin mewadahi supporter tamu untuk bisa hadir di SSA. Namun melihat besarnya animo pendukung PSIM Jogja yang akan datang dalam laga tersebut, maka niatan panpel untuk bisa mewadahi BCS maupu Slemania tidak bisa terlaksana.”Melihat kondisi seperti ini sangat tidak memungkinkan,” jelasnya.

Panpel, akan terus berkoordinasi dengan Polda DIJ perihal keamanan. Sebagai antisipasi, panpel telah meminta tambahan keamanan untuk pengamanan laga. Termasuk penjagaan keamanan di titik-titik tertentu sebagai antisipasi terjadi gesekan antar suporter.

Bahkan, sebagai konsekuensi, panpel PSIM Jogja nantinya akan menyediakan bus yang akan membawa rombongan pemain PSS Sleman ke SSA. Dia berharap, kedua supporter sudah semakin dewasa untuk saling menghargai dan menjalankan keputusan yang telah ditetapkan sehingga jalannya pertandingan pada laga derby tersebut bisa berjalan aman.

”Kami juga harus menjamin keadaan pemain dari tim tamu. Maka dari itu, nanti kami sediakan bus dari PSIM, sehingga supporter berpikir ulang jika akan berbuat anarkis,” terangnya. (bhn/din/mg1)