BANTUL – Kabupaten Bantul gudangnya seniman. Itulah yang terlihat dari gelaran Bantul Art festival (BAF) 2018. Kendati baru pertama kali digelar, event bertajuk Festival Paseban yang digelar Sabtu hingga Minggu (21-22/7) ini sukses menghadirkan 1.037 seniman se-Bantul.

Seribuan pelaku seni dari berbagai background kesenian ini selama dua malam berturut-turut tumplek blek perform menghibur publik Bumi Projotamansari. Menariknya lagi, kesenian seperti karawitan, jathilan, ketoprak, wayang orang, keroncong, hadrah tidak digelar di panggung khusus. Melainkan di sepanjang Jalan Sudirman.

“Konsepnya egaliter. Tanpa sekat antara panggung dan penonton,” jelas Koordinator Umum BAF 2018 Riza Marzuki di sela BAF.

BAF 2018 sengaja diagendakan beriringan dengan peringatan Hari Jadi ke-187 Kabupaten Bantul. Itu bertujuan memeriahkan peringatan yang digelar setiap tanggal 20 Juli tersebut.

Menurutnya, panitia sengaja menyuguhkan beberapa kesenian khas Bantul. Seperti rodad, kentong rampak, dan instalasi janur. Itu bertujuan untuk mengangkat potensi kesenian Kabupaten Bantul.

“Dasar pemilihannya melalui hasil riset,” ucap menyebut BAF 2018 sukses menghadirkan sekitar sepuluh ribu pasang mata.

Kepala Dinas Bantul Sunarto menambahkan, ada banyak yang terlibat dalam BAF 2018. Di antaranya, Institut Seni Indonesia dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Kasihan. “Panggungnya sepanjang Jalan Jendral Sudirman,” tambahnya. (**/ega/zam/mg1)