KULONPROGO – Musim Tanam (MT) II sudah selesai. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo pun melakukan penutupan pintu air Waduk Sermo, Senin (23/7).

Kepala Monitoring Waduk Sermo BBWSO Novika Prabowo Andriyanto mengatakan penutupan pintu air berdasaran rapat koordinasi dengan Komisi Irigasi Kulonprogo. Terdiri dari DPUPKP, serta Dinas Pertanian dan Pangan (DPP).

“Komisi Irigasi Kulonprogo menyatakan pintu Waduk Sermo bisa ditutup. MT II telah usai dan tidak lagi membutuhkan air,” kata Novika.
Dikatakan, berdasarkan hasil monitoring pada Kamis (12/7), ketinggian air Waduk Sermo 125,05 meter di atas permukaan air laut (Mdpl). Selama ini bukaan debit air sebesar 150 liter per detik.
“Setelah ditutup, perkiraan kami, persediaan air bersih warga aman hingga Oktober 2018,” kata Novika.

Menurut dia, sejauh ini pasokan air bersih sebanyak 4.500 meter kubik dapat diambil dari Waduk Sermo setiap hari. Jika hal tersebut terus dilakukan, hingga Oktober 2018 ketinggian air Waduk Sermo 122 Mdpl.
“Kami akan memasok kebutuhan air bersih warga hingga status siaga kekeringan, pasokan biasanya akan bertambah ketika musim penghujan tiba,” ujar Novika.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan penutupan pintu air Waduk Sermo bisa memicu kekeringan di alur irigasi. Kondisi tersebut berdasarkan pengalaman penutupan saluran induk Kalibawang.
“Saya terus terang khawatir kasusnya seperti intake Kalibawang. Sumur warga yang berlokasi di sekitar aliran irigasi kering,” ujar Ariadi. (tom/iwa/mg1)