BANTUL – Duel beda kasta tersaji ketika Persiba Bantul berhadapan dengan tim sekota PS Tira, pada laga Piala Indonesia babak 128 besar di Stadion Sultan Agung (SSA) hari ini. Meski di atas kertas PS Tira dapat memenangi laga, skuad Persiba Bantul dipastikan tetap akan memberikan perlawanan maksimal untuk meraih tiket babak 64 besar Piala Indonesia.

Laga derby beda kasta tersebut memang pantas disematkan. Saat ini PS Tira bercokol kasta tertinggi liga Indonesia, yakni Liga 1. Sedangkan Persiba Bantul, meskipun pernah meraih juara Divisi Utama 2010, mereka kini harus berjuang untuk bisa lepas dari kasta ketiga.

Ya, tampil buruk di musim sebelumnya, Laskar Sultan Agung- julukan Persiba Bantul harus bejibaku di Liga 3.

Pelatih PS Tira Nil Maizar menilai perbedaan kasta tidak bisa dijadikan patokan bahwa timnya akan dengan mudah memenangkan pertandingan. Nil Maizar menegaskan timnya tidak akan meremehkan anak asuh Suwandi HS. ”Meskipun mereka berada dua tingkat di bawah kami, mereka punya daya juang. Mereka pasti akan bermain maksimal,” kata Nil Maizar Senin (23/7).

Melawan Persiba Bantul, PS Tira diprediksi akan memainkan skuad pelapis mereka. Hal itu bisa dimaklumi, sebab pada akhir pekan ini, skuad The Young Warriors –julukan PS Tira akan berhadapan dengan Maung Bandung – julukan Persiban Bandung. Pemain yang jarang tampil regular, Mariano Barriex, Andi Ramadhan, Sansan Huseini, Fachri Firmansyah, dan Didik Wahyu memiliki peluang besar untuk dimainkan oleh mantan allenatore eks Semen Padang itu.

Bagi Nil Maizar, kemenangan melawan Persiba Bantul bisa menjadi pelecut timnya untuk bisa meraih kemenangan di SSA. Apalagi, selama empat kali menangani Manahatu Lestusen, mantan pelatih timnas ini belum juga memberi kemenangan.”Jangan sampai ada sikap meremehkan. Justru karena lawan di bawah ini, harus lebih maksimal,” terangnya.

Bagi asisten pelatih Persiba Bantul Sudarmaji, anak-anak Bantul pasti akan tetap serius menatap laga Piala Indonesia, meksi secara kualitas timnya berada jauh di bawah PS Tira. Dengan kompetisi Liga 3 yang hanya tinggal beberapa hari saja, hasil maksimal untuk bisa lolo zona regional Liga 3 jauh lebih realistis. ”Sasaran kami di kompetisi. Kami menganggap laga ini sebagai uji coba spesial,” kata Sudarmaji.

Bermaterikan pemain-pemain muda, Sudarmaji ingin laga kali ini bisa dimanfaatkan oleh timnya untuk menimba pengalaman. Tim pelatih, tidak terlalu mempersoalkan bila nanti skuadnya menderita kekalahan. Diakui, meski mengalami kekalahan di laga terakhir, PS Tira tetap memiliki komposisi pemain berkualitas, terutama disektor barisan penyerangan.

Nama Aleksandar Rakic dan Wawan Febrianto menjadi penyerang yang harus diwaspadai oleh Slamet Widodo. ”Kami tetap akan main serius dan menganggap ini seperti laga pertama kompetisi,” jelasnya. (bhn/din/mg1)