SLEMAN – Sukses gelaran Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman 2018 di Kompleks Alun-Alun Denggung dan Gedung Serba Guna Sleman beberapa waktu lalu, tak luput dari peran 17 kecamatan yang berada di wilayah bumi Sembada ini. Kecamatan Depok salah satunya.
Kasi Ekobang Kecamatan Depok Isti Fajaroh mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu kelompok-kelompok binaan dan unit pengelola kegiatan (UPK). Sebab, lewat kegiatan tersebut produk-produk lokal kreasi mereka bisa lebih dikenal masyarakat.”PPD 2018 sebagai ajang promosi yang efektif,’’ jelasnya.

Di ajang tersebut, Kecamatan Depok membuka dua stan pameran, yaitu stan pameran UKM yang menampilkan produk-produk dari Batik Nologaten, AA Batik Jumputan, Cahaya Batik Shibori, kerajinan tas kulit Mario Rubini, Jendra Jewelry aksesoris dan sovenir dari tembaga, Squad Engine Running Knalpot Racing, Rista Bordir, dan Ninajo makanan olahan dari ikan dan beberapa produk olahan lainya. Sedangkan stan kedua diisi kelompok wanita tani (KWT) Tri Setya Manunggal sebanyak 27 KWT dan kelompok jejaring sampah Tri Karya Mandiri ada 24 bank sampah.

”Setiap hari rata-rata 100 pengunjung di stan kami dengan nilai transaksi selama 10 hari Rp 9, 4 juta. Transaksi tertinggi berada di produk olahan makanan dan batik Nologaten’’ kata Isti. Batik Nologaten merupakan unit usaha anggota PKK Padukuhan Nologaten yang dibina langsung Kecamatan Depok bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Sleman.
Sekcam Kecamatan Depok Wakhid Basroni berharap, setelah acara ini, masyarakat yang tertarik dengan produk-produk lokal Kecamatan Depok langsung mendatangi tempat produksinya.”Harganya pasti akan lebih murah,” ujarnya.

Wakhid juga menghimbau agar para perajin menyiapkan sistem digital marketing. Tujuannya agar produk-produk mereka dapat bersaing luas di pasar global. Ini sekaligus mendukung program Sleman Kreatif Menuju Smart Regency. (*/din/nn/mg1)