SLEMAN – Generasi muda dinilai masih belum memiliki kepedulian memelajari situs bersejarah berupa candi. Padahal di Prambanan banyak terdapat situs candi yang bisa dipelajari sejarahnya.

Guna menumbuhkan kecintaan anak muda terhadap candi, Pondok Pesantren Modern Muhammadiah Boarding School (MBS) Jogja menggelar kegiatan tadabbur alam di kompleks Candi Barong dan Candi Banyunibo Senin (23/7).

Wakil Direktur Bidang Pendidikan MBS Jogja Didik Riyanta mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya mengenalkan santri untuk memelajari kekayaan budaya leluhur. Apalagi mereka tinggal dan belajar di daerah yang memiliki banyak peninggalan bersejarah.

‘’Generasi muda saat ini cenderung menjadikan Candi sebagai warisan budaya yang harus dijaga. Namun masih enggan memelajari sejarah di dalamnya,’’ kata Didik.

Sebanyak 962 siswa baru, terdiri dari 492 santri SMP dan 652 santri SMA mengikuti kegiatan tersebut. ‘’Proses pendidikan tidak sekadar membentuk intelektual anak secara akademik. Juga tidak boleh lepas dari nilai-nilai budaya dan religi,’’ kata Didik.

Candi memiliki kandungan ilmu yang bisa dipelajari. Baik terkait sejarah, arsitektur, seni hingga religi. “Kami berharap anak-anak bisa mengambil pelajaran dari candi. Banyak hikmah yang bisa diambil,” kata Didik.

Para santri diajak melakukan kegiatan yang dikemas dalam permainan. Bertujuan melatih kreativitas, ketangkasan dan kerjasama antar siswa.
Salah seorang santri Ulfa Malika mengaku mendapat banyak ilmu selama mengikuti kegiatan tersebut. ‘’Semakin menyadari begitu tingginya peradaban dan kebudayaan nenek moyang bangsa Indonesia,” ujar Ulfa. (sky/iwa/mg1)